Maulid Nabi 1448 H: Momentum Perkuat Kepedulian Sosial
Umat Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah pada Selasa, 25 Agustus 2026. Peringatan itu menjadi ajang pengingat teladan Rasulullah dan kesempatan untuk menguatkan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Maulid sebagai pengingat teladan Rasulullah
Musyrif Tahfidz di Yayasan Pendidikan Islam Vinca Rosea Tahfizh Internasional, Ustadz Khairunnasri, menyatakan peringatan Maulid berfungsi sebagai pengingat tentang akhlak yang harus diteladani. Menurutnya, keteladanan Rasulullah masih relevan diterapkan dalam interaksi sosial hari ini.
"Kaitannya dengan kemaslahatan sosial ini. kita mendapati bahwa Rasulullah itu adalah sosok yang sangat peduli. Bahkan kepada musuhnya sekalipun, beliau dalam catatan sejarah itu merupakan orang yang sangat peduli,"
Kepedulian sebagai wujud akhlak sehari-hari
Ustadz Khairunnasri menekankan bahwa salah satu bentuk akhlak yang mesti dipraktikkan adalah kepedulian terhadap sesama. Ia menyarankan agar tiap individu membantu mereka yang tertimpa musibah sesuai kemampuan masing-masing tanpa menunggu diminta.
"Jadi kalau itu kita kaitkan dengan kondisi kita hari ini. Maka sudah selayaknya kita menunjukkan rasa empati kita di tengah banyaknya saudara-saudara kita yang hari ini ditimpa musibah,"
Ia juga mengaitkan tindakan sosial tersebut dengan prinsip khairunnas anfauhum linnas, yakni bahwa manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Prinsip ini, menurutnya, mencerminkan penerapan akhlak Rasulullah dalam masyarakat modern.
Gotong royong dan tantangan masa kini
Dalam pandangannya, semangat kepedulian sosial di Indonesia relatif kuat meski masyarakat menghadapi isu ekonomi dan ketidakpastian. Bentuk nyata muncul ketika warga bahu-membahu menghadapi bencana dan masalah sosial.
Ustadz Khairunnasri menilai bahwa kebiasaan saling membantu telah menjadi bagian dari identitas kolektif bangsa, sehingga perlu diwariskan ke generasi berikutnya agar terus hidup dalam praktik sehari-hari.
Harapan ke depan
Menutup pesannya, ia berharap momentum Maulid dapat memperkuat kedewasaan sosial, mempererat kebersamaan, dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menerima perbedaan. Dengan demikian, peringatan keagamaan tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi dorongan untuk aksi sosial yang nyata.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
MenHAM Usulkan Pusat Komando Bencana NTT Dipindah ke Flores
MenHAM Natalius Pigai usulkan pusat komando tanggap darurat NTT dipindah ke Flores agar koordinasi dan distr...
Stok Beras Pemerintah 5,1 Juta Ton, Bantuan untuk NTT Berlanjut
Bapanas memastikan stok CBP mencapai 5,1 juta ton dan penyaluran bantuan beras ke NTT diperluas, total aloka...
Prabowo Targetkan Indonesia Setop Impor Minyak dan LPG
Presiden Prabowo menargetkan penghentian impor minyak dan LPG secepatnya saat meluncurkan Program PLTS 100 G...
Basarnas Siaga Pastikan Keselamatan Wisatawan di Labuan Bajo
Basarnas memastikan kesiapsiagaan SAR di Labuan Bajo pascagempa 7,7 Flores, meninjau personel, alut, dan koo...
KemenHAM Perluas Pendidikan HAM ke Puluhan Ribu Warga
Kementerian HAM memperluas pendidikan HAM ke puluhan ribu warga di beberapa daerah pada 25 Agustus 2026 untu...
Presiden Targetkan PLTS 100 GWp Rampung dalam 3 Tahun
Presiden minta PLTS 100 GWp selesai dalam tiga tahun atau lebih cepat untuk memperkuat kemandirian energi na...