MenHAM Usulkan Pusat Komando Bencana NTT Dipindah ke Flores
Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengusulkan pemindahan pusat komando tanggap darurat dari Kota Kupang ke Pulau Flores untuk mempercepat penanganan bencana. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta pada Selasa, 25 Agustus 2026, dengan alasan jarak antara Kupang dan wilayah terdampak di Flores menyulitkan koordinasi dan distribusi bantuan.
Alasan pemindahan pusat komando
Pigai menilai lokasi pusat komando yang lebih dekat dengan daerah terdampak akan memperpendek waktu respons. Menurutnya, jarak yang jauh dari Kupang ke beberapa wilayah di Flores menghambat koordinasi dan percepatan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
"Komando tanggap darurat sebaiknya dipusatkan di Pulau Flores agar koordinasi penanganan bencana lebih cepat dan efektif. Jangan dipusatkan di Kupang karena jaraknya jauh dari wilayah terdampak dan menyulitkan percepatan penanganan bencana,"
Respons gubernur dan implikasi koordinasi
Menurut Pigai, Gubernur NTT merespons cepat usulan tersebut. Pemindahan pusat komando diyakini dapat memperpendek jalur koordinasi antar-instansi dan mempercepat aliran bantuan menuju lokasi-lokasi terdampak di Flores.
Bantuan pangan dan logistik
Pigai menekankan pemenuhan kebutuhan pangan sebagai prioritas selama masa tanggap darurat. Ia menyebut pemerintah dapat menyelesaikan pembayaran kebutuhan pangan setelah kondisi darurat teratasi, asalkan distribusi tidak terhenti.
"Pemerintah harus memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat bencana. Pembayaran kebutuhan pangan dapat diselesaikan pemerintah setelah kondisi darurat tertangani,"
Ia juga mengingatkan agar pemenuhan pangan berjalan bersamaan dengan pengerahan bantuan logistik dari pemerintah pusat. Sejalan dengan itu, distribusi logistik direncanakan menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara untuk menjangkau daerah terpencil.
Peran lembaga dan relawan
Pigai menegaskan bahwa meski BNPB berperan sebagai leading sector manajemen bencana, penanganan harus melibatkan seluruh kementerian dan lembaga terkait. Presiden, menurut Pigai, telah memerintahkan agar penanganan berjalan secara bersama sesuai kewenangan masing-masing pihak.
Selain itu, Kementerian HAM menerjunkan 11 pejabat untuk mendukung operasi di lapangan. Pigai menyebut ada juga dukungan relawan dan staf khusus yang merupakan putra asli Manggarai untuk membantu penyaluran bantuan melalui dana mandiri.
- Usulan pemindahan pusat komando ke Flores untuk percepatan respons
- Prioritas pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak
- Penggunaan pesawat Hercules untuk distribusi logistik
- Pelibatan kementerian, lembaga, dan relawan dalam penanganan
Pemindahan pusat komando yang diusulkan memicu perbincangan tentang efektivitas respons darurat di NTT. Ke depan, keputusan teknis dan operasional akan menentukan sejauh mana langkah ini mampu mempercepat bantuan ke masyarakat terdampak di Flores.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Basarnas Siaga Pastikan Keselamatan Wisatawan di Labuan Bajo
Basarnas memastikan kesiapsiagaan SAR di Labuan Bajo pascagempa 7,7 Flores, meninjau personel, alut, dan koo...
KemenHAM Perluas Pendidikan HAM ke Puluhan Ribu Warga
Kementerian HAM memperluas pendidikan HAM ke puluhan ribu warga di beberapa daerah pada 25 Agustus 2026 untu...
Presiden Targetkan PLTS 100 GWp Rampung dalam 3 Tahun
Presiden minta PLTS 100 GWp selesai dalam tiga tahun atau lebih cepat untuk memperkuat kemandirian energi na...
Menhut Tinjau Karhutla Gambut di Jambi: Kelalaian Kecil Berpotensi Luas
Menhut Raja Antoni meninjau karhutla gambut di Tanjung Jabung Timur, Jambi; lahan gambut 17.000 ha, kedalama...
Polri Layani 400 Warga di Posko Kesehatan Nagekeo
Polri menyiagakan posko kesehatan di Nagekeo; sekitar 400 warga telah diperiksa dan mendapat pengobatan hing...
Kementerian Kehutanan Kerahkan 5.000 ASN untuk Tangani Karhutla
Kementerian Kehutanan mengerahkan 5.000 ASN melalui BKO untuk memperkuat penanganan karhutla, fokus di Sumat...