Kementerian Kehutanan Kerahkan 5.000 ASN untuk Tangani Karhutla
Kementerian Kehutanan mengerahkan sekitar 5.000 ASN untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pengiriman personel dilakukan melalui mekanisme BKO untuk memperkuat operasi pemadaman pada 25 Agustus 2026, dengan fokus utama di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Tujuan dan mekanisme penugasan
Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat kekuatan lapangan karena penanganan karhutla memerlukan pasukan yang lebih besar dan dukungan logistik. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Ditjen Gakkum, Thomas Nifinluri, menyatakan bahwa seluruh ASN kementerian akan diperbantukan secara terkoordinasi.
Semua ASN di Kementerian Kehutanan sekitar 5.000 orang akan di-BKO-kan. Mereka akan membantu operasional lapangan di Sumatera dan Kalimantan
Jumlah personel dan sebaran Manggala Agni
Saat ini jumlah personel Manggala Agni tercatat 2.515 orang yang tersebar dalam 34 daerah operasi di seluruh Indonesia. Dari 34 daerah operasi itu, 17 berada di Sumatera, 13 di Kalimantan, dan 4 di Sulawesi.
Distribusi personel menunjukkan konsentrasi di dua pulau rawan. Thomas merinci jumlah personel di masing-masing pulau untuk memperjelas alokasi sumber daya lapangan.
- Sumatera: sekitar 902 personel
- Kalimantan: sekitar 757 personel
Pengiriman tambahan dan dukungan antarwilayah
Untuk memenuhi kebutuhan operasi di Kalimantan Barat, kementerian mengirim pasukan tambahan dari wilayah lain. Pengiriman ini termasuk regu dari Sulawesi dan tim dari Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara.
- Satu regu (15 orang) dari daerah operasi Sulawesi
- 15 orang dari Jawa, Bali, dan Nusra ditempatkan di Kalimantan Barat
Tantangan lapangan
Thomas menekankan bahwa kondisi lapangan memperlambat respons karena banyak titik kebakaran berada di lokasi terpencil dengan akses sulit. Oleh sebab itu, penambahan personel serta sarana dan prasarana operasional dianggap penting untuk mempercepat penanganan.
Rata-rata kejadian kebakaran hutan itu berada di lokasi yang remote dan aksesnya sulit. Teman-teman memang harus bergerak cepat untuk mencapai lokasi kebakaran
Dengan penambahan ASN dan optimalisasi dukungan logistik, Kementerian Kehutanan berharap respons terhadap karhutla di daerah rawan dapat lebih cepat dan efektif. Percepatan penugasan dan peningkatan sarana tetap menjadi fokus menjelang puncak musim kebakaran.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...