Nasional

Pigai Dorong Buku Khusus Pendidikan HAM untuk Sekolah

Bagikan:
Ilustrasi buku pelajaran tentang hak asasi manusia untuk siswa sekolah

Menteri HAM Natalius Pigai meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan buku khusus pendidikan HAM untuk siswa SD, SMP, dan SMA. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Selasa, 25 Agustus 2026, sebagai upaya memperkuat pemahaman HAM dan pembentukan karakter sejak pendidikan dasar hingga menengah.

Alasan dan tujuan usulan

Pigai mengatakan pendidikan HAM tidak cukup jika hanya disisipkan pada mata pelajaran PPKn. Menurutnya, materi HAM perlu diajarkan secara utuh dan sistematis agar memberi pengaruh nyata pada moral dan etika peserta didik.

Ia menginginkan materi HAM diberikan secara terarah sehingga nilai-nilai kemanusiaan menjadi bagian rutin proses pembelajaran.

Proses pembahasan dengan Kemendikdasmen

Usulan buku khusus tersebut masih dalam tahap pembahasan dan negosiasi antara Kementerian HAM dan Kemendikdasmen. Pigai berharap pembicaraan menghasilkan keputusan yang menempatkan pendidikan HAM pada posisi yang lebih kuat dalam kurikulum.

Dia menekankan pentingnya alokasi yang jelas, apakah buku itu menjadi buku wajib atau buku penunjang di sekolah-sekolah.

Isi dan durasi penyusunan

Pigai menjelaskan buku khusus dapat memuat materi hak dan kewajiban secara lebih terarah untuk setiap jenjang pendidikan. Materi yang diusulkan mencakup penghormatan terhadap martabat manusia dan penguatan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah maunya soal hak asasi manusia cuma satu bab atau dua bab saja dimasukkan di buku PPKn. Saya tidak mau dan saya maunya satu buku sendiri,”

Lebih jauh, Pigai menyatakan KemenHAM memiliki tenaga ahli dan bahan ajar yang memadai. Ia optimistis tim dapat menyusun buku dalam waktu singkat jika kerja sama berjalan lancar.

“Kami memiliki pakar dan materi yang banyak, sehingga buku khusus HAM dapat disusun dalam waktu satu bulan Ke depan, kami berharap buku HAM dialokasikan sebagai buku wajib atau buku penunjang,”

Rangka materi yang diusulkan

Untuk memperjelas cakupan, Pigai menyebut beberapa pokok materi yang sebaiknya dimuat:

  • Hak dan kewajiban warga negara pada tingkat usia siswa
  • Penghormatan terhadap martabat manusia
  • Penerapan nilai-nilai kemanusiaan dalam perilaku sehari-hari
  • Studi kasus sederhana dan pembelajaran berbasis nilai

Dampak dan harapan

Pigai berharap buku khusus HAM tidak sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku peserta didik. Jika terlaksana, program ini berpotensi memperkuat komponen moral dalam kurikulum nasional.

Selanjutnya, keputusan akhir bergantung pada hasil negosiasi antar-kementerian dan penetapan kebijakan kurikulum yang menyertakan alokasi materi HAM secara jelas.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait