Nasional

Luas Karhutla Capai 202 Ribu Ha hingga Juli 2026

Bagikan:
Asap kebakaran lahan gambut dan upaya pemadaman tim gabungan di provinsi rawan

Luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mencapai 202.000 hektare hingga Juli 2026. Data tersebut dilaporkan otoritas pengendalian kebakaran hutan, yang menyebut penanganan masih berlanjut di sejumlah provinsi rawan.

Kondisi umum dan angka nasional

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan menyatakan penghitungan itu merupakan akumulasi kejadian sejak Januari hingga Juli 2026. Pemerintah menilai perlu respons cepat karena sebagian besar lokasi berada di kawasan terpencil dan berjenis gambut.

"Luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia seluas 202.000 hektare. Data tersebut merupakan akumulasi kejadian sejak Januari sampai dengan Juli 2026,"

Provinsi prioritas dan titik api

Penanganan difokuskan pada enam provinsi yang dianggap rawan. Enam wilayah itu adalah:

  • Riau
  • Jambi
  • Sumatera Selatan
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Selatan

Beberapa provinsi saat ini melaporkan titik api aktif. Menurut data lapangan, jumlah titik api yang terpantau meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Riau, dan Sumatera Selatan.

Provinsi Titik api terlapor
Kalimantan Barat 17
Kalimantan Tengah ~16
Riau 7
Sumatera Selatan 11
Jambi -
Kalimantan Selatan -

Penyebab dan faktor risiko

Menurut pejabat tersebut, sebagian besar wilayah rawan berada pada kawasan hidrologis gambut, yang kondisinya kini kering sehingga lebih mudah terbakar. Secara nasional, luas kawasan hidrologis gambut tercatat mencapai 13,4 juta hektare.

"Sekali terjadi titik api kebakaran kecil ini dapat meluas dengan cepat. Penyebarannya juga dipengaruhi angin dan kondisi udara yang kering,"

Selain kondisi cuaca — seperti kelembaban rendah dan turunnya muka air gambut — faktor manusia juga menjadi pemicu. Kelalaian maupun kebakaran yang disengaja dapat mempercepat meluasnya api ketika lingkungan mendukung.

Respons dan upaya pemadaman

Operasi pemadaman berlangsung melibatkan satuan tugas terpadu di daerah. Tim di lapangan terdiri atas Manggala Agni, TNI-Polri, BPBD, KPH, masyarakat setempat, dan sukarelawan.

Kementerian terkait terus memperkuat upaya pemadaman dan mitigasi untuk mencegah kebakaran meluas. Respons cepat menjadi prioritas karena banyak titik api berada di lokasi terpencil yang sulit dijangkau.

Dengan musim kering yang masih berlangsung, pemerintah menekankan pemantauan intensif dan koordinasi lintas lembaga untuk mengurangi dampak kebakaran terhadap kesehatan dan ekosistem gambut.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait