RSAB Harapan Kita Lakukan Bedah Janin Mielomeningokel Pertama di RI
Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita melakukan operasi fetal surgery untuk kasus mielomeningokel pertama di Indonesia pada Rabu, 26 Agustus 2026 di Jakarta Barat. Tindakan itu berlangsung dengan pendampingan ahli internasional dari Mater Mothers’ Hospital, Brisbane, Australia, termasuk Dr. Glenn Gardener dan tim. Tujuan operasi adalah mencegah kerusakan saraf lebih lanjut sejak janin masih dalam kandungan dan meningkatkan peluang tumbuh kembang anak setelah lahir.
Langkah penting untuk layanan terapi janin
Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr. Reni Wigati, menyebut tindakan ini sebagai tonggak pengembangan layanan terapi janin di Indonesia. Keberhasilan prosedur dimaknai sebagai peningkatan kapasitas rumah sakit untuk menghadirkan layanan yang aman, terintegrasi, dan berbasis kompetensi.
"Fetal surgery mielomeningokel ini menjadi langkah penting mengembangkan layanan terapi janin yang semakin komprehensif dan berkualitas di Indonesia. Pengembangan layanan tersebut dilakukan dengan mengutamakan keselamatan pasien, ketepatan indikasi, serta kesiapan tim medis,"
Proses, indikasi, dan pertimbangan medis
Operasi dilakukan saat janin masih dalam kandungan untuk menekan risiko kerusakan saraf yang progresif. Menurut rumah sakit, tindakan bertujuan menurunkan komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup anak setelah lahir.
"Tindakan ini diharapkan dapat mencegah kerusakan saraf lebih lanjut dan menurunkan risiko komplikasi. Kemudian meningkatkan kualitas hidup anak setelah lahir,"
Keputusan melakukan operasi berlandaskan penilaian multidisiplin. Tim medis mempertimbangkan beberapa faktor, antara lain:
- Kondisi kesehatan ibu dan janin
- Indikasi medis spesifik untuk mielomeningokel
- Kesiapan tim bedah dan fasilitas pendukung
- Keselamatan pasien secara menyeluruh
- Pemberian penjelasan lengkap kepada pasien dan keluarga mengenai pilihan tata laksana, manfaat, risiko, dan kemungkinan luaran
Kolaborasi internasional dan penguatan SDM
Pelaksanaan bedah didukung kolaborasi dengan Mater Mothers’ Hospital yang turut memberi pendampingan klinis dan proctoring. Kerja sama termasuk diskusi kasus, penilaian kandidat, persiapan tindakan, serta pemantauan pasca-operasi.
"Kolaborasi dengan Mater Mothers’ Hospital memperkuat kompetensi dan kapasitas SDM RSAB Harapan Kita melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman. Kerja sama ini mencakup pembahasan kasus, penilaian kandidat, persiapan tindakan, hingga pemantauan pasien setelah operasi,"
Implikasi dan prospek layanan
Langkah ini membuka peluang pengembangan layanan terapi janin yang lebih luas di Indonesia. Dengan pendekatan multidisiplin dan dukungan internasional, rumah sakit berharap dapat memperluas akses bagi pasien yang memenuhi indikasi medis, sambil menjaga standar keselamatan dan kualitas perawatan.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Menkes Dorong Kolaborasi Internasional Perkuat Penanganan Penyakit Saraf
Menkes dorong kolaborasi internasional untuk percepat deteksi dan penanganan penyakit otak seperti stroke, P...
Cakupan Imunisasi Harus di Atas 95%: Ketua Umum IDAI
Ketua Umum IDAI Dr. Piprim Basarah menegaskan cakupan imunisasi harus di atas 95% untuk mencegah KLB polio d...
Bio Farma Kirim 3.000 Dosis Vaksin Tetanus-Difteri untuk Korban Gempa NTT
Bio Farma kirim 3.000 dosis vaksin tetanus-difteri sejak 17 Agustus 2026 untuk membantu relawan dan warga te...
IDAI Peringatkan Bahaya Jika Anak Tidak Divaksin
IDAI mengimbau orang tua agar tidak menolak vaksinasi; risiko penyakit berbahaya lebih besar dibanding efek...
IDAI: Cakupan Imunisasi Rendah Picu Potensi KLB Berulang
IDAI memperingatkan cakupan imunisasi rendah berisiko memicu KLB berulang; lebih dari satu juta anak belum m...
Mengapa Perempuan Dianjurkan Minum Tablet Tambah Darah
Perempuan dianjurkan minum tablet tambah darah karena menstruasi meningkatkan kebutuhan zat besi dan mencega...