Ekonomi

IHSG Turun 1,48% ke 6.405 pada Penutupan 26 Agustus 2026

Bagikan:
Grafik IHSG turun 1,48 persen ke level 6.405 pada 26 Agustus 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,48 persen ke level 6.405 pada penutupan perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026. Pelemahan sebesar 95,9 poin terjadi setelah indeks sempat berada di level 6.501 pada penutupan sehari sebelumnya.

Ringkasan Perdagangan

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia berlangsung fluktuatif. IHSG sempat menyentuh titik tertinggi di 6.532 dan bertahan di zona hijau pada sesi awal. Namun, tekanan jual mengambil alih menjelang penutupan.

Jumlah saham yang melemah jauh lebih banyak, yakni 583 saham turun, 118 saham naik, dan 89 saham stagnan. Tekanan melebar hampir di seluruh sektor, dengan transportasi turun 4,15 persen, properti turun 2,71 persen, dan energi turun 2,61 persen.

Sentimen Pasar Domestik

Pelemahan pasar didorong oleh meningkatnya kehati-hatian investor terhadap risiko domestik. Pelaku pasar memperhatikan sinyal kebijakan moneter dari calon tunggal Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti. Ketidakpastian ini membuat investor cenderung menahan risiko.

Selain itu, kekhawatiran jelang aksi penyampaian aspirasi yang direncanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, menambah sentimen defensif di pasar. Kondisi ini memicu aksi profit taking pada saham-saham konglomerasi dan sektor unggulan.

"Indeks sempat menguat pada pembukaan perdagangan. Namun berbalik ke teritori negatif seiring aksi profit taking pada saham-saham konglomerasi," kata tim Phintraco Sekuritas.

Pengaruh Eksternal

Dari sisi eksternal, terdapat perkembangan geopolitik yang berpotensi meredakan ketegangan. Upaya diplomasi Pakistan dan mediasi Qatar membuka peluang deeskalasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Perkembangan itu tercermin pada penurunan harga minyak Brent sebesar 2,49 persen. Penurunan harga komoditas energi turut menekan saham-saham sektor energi di pasar domestik.

Proyeksi Teknikal

Dari aspek teknikal, koreksi mendorong IHSG kembali menguji level psikologis di 6.400. Area support ini menjadi perhatian pelaku pasar untuk menentukan arah jangka pendek.

"Kami memperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 6.350–6.450 pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026," kata tim Phintraco.

Secara ringkas, kombinasi faktor domestik dan perlambatan harga minyak memicu aksi jual yang luas. Pelaku pasar kini menunggu sinyal kebijakan moneter dari calon Gubernur BI dan perkembangan situasi sosial-politik dalam negeri sebagai penentu arah pergerakan IHSG selanjutnya.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait