Ekonomi

IHSG Dibuka Menguat di 6.504,99 pada 26 Agustus 2026

Bagikan:
Grafik IHSG menunjukkan pembukaan menguat pada 26 Agustus 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada sesi I perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026, berada di 6.504,99 atau naik 3,33 poin (0,05%). Pembukaan ini mengikuti prospek rebound setelah penutupan sebelumnya yang melemah.

Pembukaan dan perkiraan pergerakan

Pada pembukaan sesi pertama, broker mencatat kenaikan tipis IHSG. Analis menilai sentimen eksternal dan faktor domestik mendorong pergerakan pasar hari ini.

"Sentimen positif eksternal berpotensi mendorong 'rebound' IHSG pada perdagangan hari ini,"

— Tim Analis Phintraco Sekuritas.

Evaluasi indeks BEI yang memengaruhi pasar

Pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh hasil evaluasi berkala Bursa Efek Indonesia. Perubahan pada 14 indeks ini akan berlaku mulai 1 September 2026, dengan periode efektif berbeda sesuai jenis indeks.

Indeks yang dievaluasi meliputi:

  • ABX
  • DBX
  • MBX
  • IDXVESTA28
  • ECONOMIC30
  • SRI-KEHATI
  • ESGQKEHATI
  • ESGSKEHATI
  • Investor33
  • ISSI
  • JII
  • JII70
  • IDXSHAGROW
  • IDXMESBUMN

Program PLTS 100 GWp dan implikasinya

Tim analis juga mencermati target pemerintah pada sektor energi terbarukan. Menurut mereka, pemerintah menargetkan PLTS 100 GWp dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

"Presiden Prabowo menargetkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp (Gigawatt peak) dalam dua hingga tiga tahun,"

— Tim Phintraco.

Program awal meluncurkan 14 PLTS tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau. Kapasitas total tahap awal mencapai 5,3 GWp.

Estimasi kebutuhan investasi mencapai USD73 miliar. Jika terealisasi sesuai target, proyek ini diperkirakan mampu menghemat sekitar Rp73,9 triliun per tahun melalui penggantian pembangkit fosil dan integrasi penyimpanan baterai.

"Proyek ini jika benar selesai dalam waktu yang ditargetkan diharapkan akan memberi dampak positif. Utamanya terhadap sektor infrastruktur, konstruksi, dan sektor energi terbarukan, dan penyerapan tenaga kerja,"

— Tim Phintraco.

Sentimen eksternal dan arus modal

Dari sisi eksternal, pasar memperhatikan sanksi terbaru AS terhadap Iran dan pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Turunnya yield US Treasury dan data inflasi PCE AS menjadi fokus pelaku pasar.

Di pasar domestik, asing melakukan aksi jual bersih alias net sell sebesar Rp556,22 miliar pada sesi sebelumnya. Saham yang paling banyak dijual oleh investor asing antara lain BBRI, BUMI, TPIA, ISAT, dan DSSA.

Prospek jangka pendek

Analis memperkirakan rentang pergerakan IHSG hari ini berada di kisaran 6.450–6.600. Pergerakan lanjutan akan bergantung pada reaksi pasar terhadap evaluasi indeks BEI, perkembangan proyek PLTS, serta data dan kebijakan eksternal yang dirilis ke depan.

Secara ringkas, pembukaan menguat ini mencerminkan kombinasi sentimen domestik dan eksternal, namun pelaku pasar tetap waspada terhadap aliran modal dan berita kebijakan yang berpotensi mengubah arah.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait