Ekonomi

Rupiah Menguat di Pembukaan, Ditopang Turunnya Harga Minyak

Bagikan:
Layar kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar keuangan

Rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026, didorong sejumlah katalis positif. Mengacu data pasar keuangan, rupiah tercatat naik 0,18% atau 32 poin ke posisi Rp17.691 per dolar AS.

Pergerakan awal dan sentimen pasar

Pada perdagangan Selasa, rupiah ditutup melemah tipis ke level Rp17.723 per dolar AS. Pelemahan sehari sebelumnya dipengaruhi sentimen pasar setelah pengumuman kebijakan luar negeri AS yang dipersepsikan sebagai 'perang ekonomi' terhadap Iran.

Namun sejak pagi ini sentimen membaik seiring penurunan harga minyak dunia dan harapan meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pengaruh perkembangan di Selat Hormuz dan harga minyak

Pasar menanggapi laporan tentang langkah diplomatik terbaru di Selat Hormuz. Iran dan Oman disebut sepakat membentuk koridor maritim gabungan sementara serta menggelar operasi pembersihan ranjau untuk memulihkan keamanan.

Kondisi ini menurunkan kekhawatiran pasokan minyak sehingga mendorong koreksi harga minyak mentah global. Hari ini harga minyak tercatat turun sekitar 3%, dengan minyak Brent berada di USD88,58 per barel dan WTI di USD82,36 per barel.

Proyeksi nilai tukar dan faktor domestik

Analis pasar uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, melihat ruang penguatan bagi rupiah seiring tekanan harga minyak yang mereda.

"Hari ini rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS seiring penurunan harga minyak mentah dunia. Harga minyak kembali menurun karena ekspektasi pasar akan harapan perdamaian di Timur Tengah,"

"Nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.650-Rp17.750 per dolar AS."

Selain faktor eksternal, pasar domestik juga mencermati proses uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur Bank Indonesia serta calon Deputi Gubernur Senior BI. Sidang di Komisi XI DPR ini dinilai dapat memengaruhi sentimen pasar terhadap kebijakan moneter ke depan.

Saat ini indeks dolar AS berada di level 98,91, sedikit melemah dibandingkan penutupan sebelumnya, yang turut memberikan ruang bagi rupiah bergerak lebih stabil.

Implikasi dan yang perlu dicermati

Secara ringkas, kombinasi penurunan harga minyak dan langkah-langkah keamanan maritim memberi tekanan positif bagi rupiah pada pembukaan hari ini. Namun, perkembangan geopolitik dan proses terkait pimpinan BI akan tetap menjadi faktor yang dipantau pelaku pasar.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait