Olahraga

Xavi Siap Sulap Belanda Dominan dengan Total Football

Bagikan:
Xavi Hernandez berbicara sebagai pelatih baru Timnas Belanda dalam konferensi pers

Xavi Hernandez berjanji mengembalikan kejayaan Belanda dengan menerapkan total football untuk membuat tim lebih dominan. Janji itu disampaikan menjelang debutnya sebagai pelatih Belanda lawan Jerman pada 24 September di ajang Nations League.

Rencana gaya permainan

Pelatih asal Spanyol itu menegaskan ingin membenahi masalah defensif yang muncul pada penampilan Belanda di Piala Dunia 2026. Xavi menyatakan targetnya adalah membangun kembali identitas sepak bola Belanda yang menyerang dan mengontrol permainan.

Ia merujuk pada era 1970-an saat gaya total football dipopulerkan oleh Johan Cruyff, dan ingin menerapkan prinsip serupa dengan pendekatan taktis modern.

Debut kontra Jerman

Ujian pertama datang cepat: laga perdana Xavi sebagai pelatih akan berlangsung pada 24 September melawan Jerman. Pertandingan ini dipandang sebagai tolok ukur untuk melihat implementasi ide-idenya di lapangan.

"Saya sangat bersemangat dan termotivasi menghadapi Jerman, salah satu tim terbaik Eropa. Kami akan membawa energi baru,"

Kata-kata itu menunjukkan Xavi ingin segera memberi dampak dan bukan hanya melakukan perubahan secara bertahap.

Tantangan dan harapan publik

Xavi juga mengakui tugas besar yang menantinya. Ia menyebut ingin memenuhi ekspektasi sekitar 18 juta rakyat Belanda dan mengembalikan kebanggaan publik terhadap Tim Oranye.

Penerapan gaya menyerang dan peningkatan stabilitas lini belakang menjadi dua fokus utama yang harus diselesaikan sebelum kompetisi resmi berikutnya.

Proyeksi jangka pendek dan panjang

Dalam jangka pendek, laga melawan Jerman menjadi momen evaluasi taktik dan mental pemain. Jika hasil dan performa menunjukkan perbaikan, Xavi kemungkinan akan mendapat ruang untuk menerapkan perubahan jangka panjang.

Dalam jangka panjang, transformasi ke arah total football menuntut penyesuaian bakat, struktur pelatihan, dan filosofi klub-ke-negara—sebuah proses yang memerlukan waktu dan komitmen seluruh pemangku kepentingan.

Dengan debut yang sudah di depan mata, semua mata publik Belanda kini tertuju pada bagaimana Xavi menerjemahkan warisan taktik klasik ke dalam sepak bola modern dan apakah janji-janji itu mampu mengembalikan kejayaan Tim Oranye.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait