Olahraga

Emmanuel Petit Serang Kepemimpinan FIFA, Desak Reformasi

Bagikan:
Emmanuel Petit memberikan komentar soal tata kelola dan kepemimpinan FIFA

Emmanuel Petit bersama sejumlah mantan pemain sepak bola menandatangani surat terbuka yang dipublikasikan pada 24 Agustus 2026, menyerukan reformasi mendasar di FIFA. Mereka menuding kepemimpinan Presiden Gianni Infantino mengabaikan suara pemain dan suporter serta mengarah pada komersialisasi berlebihan. Surat ini muncul saat tekanan terhadap tata kelola organisasi sepak bola dunia makin kuat.

Siapa yang menandatangani dan tuntutan utama

Selain Petit, daftar penandatangan berisi mantan pemain internasional ternama. Nama-nama itu termasuk Mikaël Silvestre, Olivier Dacourt, Lucy Bronze, dan David James. Mereka menyuarakan kebutuhan reformasi, keterbukaan, dan pelibatan pemain serta suporter dalam pengambilan kebijakan.

Reaksi dan alasan keterlibatan Petit

Petit mengatakan ia diminta bergabung oleh rekan-rekannya dan setuju menandatangani surat agar menambah tekanan pada pimpinan FIFA. Meski demikian, ia juga menyatakan keraguan terkait efektivitas langkah tersebut dalam mengubah struktur kekuasaan yang telah lama terbentuk.

"Silvestre yang menghubungi saya beberapa hari lalu lewat pesan untuk bertanya apakah saya setuju mencantumkan nama saya..."

"Itu upaya yang sia-sia. Itu hanya untuk membangunkan,"

Meski pesimistis soal dampak langsung, Petit menilai surat terbuka memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap masalah tata kelola.

Masalah tata kelola yang disorot

Para mantan pemain menyorot beberapa isu utama. Salah satunya adalah kontroversi rencana membuka sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta, yang kemudian dibatalkan namun memicu kritik luas. Selain itu, persoalan transparansi, kurangnya partisipasi pemain dan suporter, serta arah komersialisasi menjadi sorotan.

Pesan tentang reformasi sistem

Petit menegaskan kritik ditujukan kepada figur-figur di level atas, bukan kepada seluruh staf organisasi. Ia menekankan bahwa mengganti presiden saja tidak cukup tanpa mengubah mekanisme pengambilan keputusan di dalam tubuh FIFA.

"Teks yang kami terbitkan bukanlah seruan terhadap orang-orang yang bekerja di dalam FIFA. Ini menyangkut orang-orang tertentu, ada orang-orang baik di FIFA,"

"Jika Anda menendang keluar Infantino atau menempatkan orang lain, cara kerjanya tidak akan pernah berubah,"

Menurut Petit, perubahan harus bersifat konkret dan struktural agar kepentingan bersama tidak tergusur oleh kepentingan kelompok tertentu.

Implikasi dan langkah ke depan

Surat terbuka ini menambah tekanan publik menjelang pemilihan dan pembahasan reformasi di tubuh FIFA. Para penandatangan berharap meningkatnya perhatian publik akan mendorong langkah-langkah nyata, terutama pembenahan mekanisme pengawasan dan partisipasi yang lebih demokratis.

Pertanyaan utama kini adalah apakah seruan dari figur-figur berpengaruh itu cukup untuk memicu perubahan sistemik di organisasi sepak bola terbesar dunia.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait