HIPPINDO: Ritel Kunci Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
Ketua Panitia IRSE 2026, Haryanto Pratantara, menilai sektor ritel menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen. Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan Indonesia Retail Summit and Expo (IRSE) 2026 di Swissotel PIK, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Ritel penggerak konsumsi dan penyerapan tenaga kerja
Haryanto menekankan konsumsi domestik menyumbang lebih dari 50 persen terhadap perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, kemampuan sektor ritel menyediakan kebutuhan masyarakat sangat menentukan laju pertumbuhan ekonomi.
Ia juga menggarisbawahi peran ritel sebagai sektor padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja di berbagai wilayah. Menurutnya, karakter padat karya ritel sering terlupakan karena definisi padat karya lebih sering dikaitkan pada industri manufaktur.
"Ekonomi Indonesia harus didorong pertumbuhannya bahkan sampai ke angka delapan persen. Itu hanya bisa dicapai apabila sektor ritel dan ekosistemnya bisa bertumbuh dengan baik,"
Potensi pariwisata dan pengalaman belanja
Haryanto menilai pariwisata merupakan penggerak ekonomi lain yang terkait erat dengan aktivitas belanja wisatawan. Meski Indonesia kuat pada objek wisata dan kuliner, pengalaman belanja atau shopping belum menjadi daya tarik utama bagi turis.
"Indonesia memiliki objek wisata yang bagus dan kuliner yang bervariasi. Tetapi sayangnya, jarang sekali turis ke Indonesia untuk berbelanja,"
Menurut Haryanto, peningkatan kelengkapan produk, harga kompetitif, dan variasi barang dapat mendorong wisatawan berbelanja lebih banyak di dalam negeri.
Fokus pada konsumen dan inovasi
IRSE 2026 mengangkat tema 'Rethinking Retail: The Future is Customer-Led', yang menekankan pentingnya menempatkan konsumen sebagai dasar pengembangan bisnis ritel. Haryanto menyebut pelaku usaha harus memahami kebutuhan dan keinginan konsumen secara mendalam.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa efisiensi bisnis tidak boleh mengorbankan investasi pada peningkatan kompetensi pelaku usaha. Forum seperti IRSE diharapkan menjadi ruang untuk mendapatkan wawasan dan teknologi baru serta membangun jejaring.
Rangkaian IRSE 2026
IRSE 2026 diselenggarakan selama dua hari di Swissotel PIK, Jakarta pada 26-27 Agustus 2026. Acara ini menghadirkan sesi dan pembicara dari dalam maupun luar negeri untuk membahas pengembangan sektor ritel.
| Agenda | Jumlah |
|---|---|
| Sesi seminar dan diskusi | 33 |
| Pembicara | 71 |
| Exhibitors & sponsor | 79 |
| Target peserta | ~4.000 |
Haryanto berharap pertemuan ini membantu memperkuat daya saing ritel Indonesia, baik di pasar domestik maupun pasar internasional. Ia menegaskan bahwa pengembangan ekosistem ritel yang berorientasi konsumen menjadi kunci untuk meraih target pertumbuhan ekonomi yang ambisius tersebut.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...