Menkeu Purbaya Siap Kucurkan Anggaran Tambahan Karhutla
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kesiapan anggaran pemerintah untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Pernyataan itu disampaikan di kantor Kementerian Keuangan, Rabu, 26 Agustus 2026, saat menanggapi kondisi kebakaran yang meluas ke beberapa daerah selain Sumatera dan Kalimantan.
Siap menambah anggaran, menunggu permintaan resmi
Purbaya menyebut hingga saat ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum menyerahkan permintaan biaya total penanganan. Karena itu pemerintah belum menentukan besaran tambahan anggaran yang diperlukan.
“BNPB belum ngasih biaya total, ya kita nggak tahu berapanya,”
Ia menegaskan pemerintah akan menambah anggaran bila dibutuhkan. Alokasi darurat senantiasa tersedia untuk menangani bencana yang berdampak pada hajat hidup banyak orang.
“Kita sih uangnya siap terus, tinggal BNPB operasinya seperti apa. Kalau kurang (anggarannya) yang kita tambah,”
Alokasi BNPB dan pendekatan penanganan
Purbaya mengingatkan bahwa BNPB sudah memiliki alokasi anggaran untuk bencana. Besarannya mencapai Rp5 triliun yang dapat digunakan untuk penanganan darurat.
“Kalau untuk bencana kan approach-nya beda dengan untuk belanja biasa,”
“Bencana kan menyangkut hajat hidup orang banyak yang terancam kehidupannya. Jadi kita akan beda approach-nya dengan program-program yang lain,”
Wilayah terdampak dan upaya pemadaman
Berdasarkan laporan BNPB, karhutla tidak hanya terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Daerah lain yang dilaporkan terkena antara lain Papua dan Jawa Timur. Untuk merespons, BNPB mengerahkan operasi darat dan udara.
- Daerah terdampak: Nabire (Papua), Papua Tengah, Halmahera Timur (Maluku Utara), dan Magetan (Jawa Timur), selain wilayah di Sumatera dan Kalimantan.
- Upaya pemadaman: 17 helikopter dan 30 pesawat waterbombing dikerahkan untuk operasi udara.
Proses penanganan dan langkah ke depan
Pemerintah menekankan koordinasi antara BNPB, pemerintah daerah, dan kementerian terkait agar penanganan cepat dan tepat. Jika kebutuhan dana melebihi alokasi, Kementerian Keuangan siap melakukan penyesuaian anggaran.
Dengan kesiapan dana dan aset pemadaman yang telah dikerahkan, pemerintah berharap agar skala kebakaran dapat segera ditekan dan dampak terhadap masyarakat diminimalkan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...