Pemerintah Kembangkan Wisata Belanja untuk Dongkrak Ekonomi
Pemerintah mendorong pengembangan wisata belanja sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi nasional. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan ini diperlukan untuk menarik pengeluaran wisatawan agar dibelanjakan di dalam negeri. Pernyataan disampaikan pada Rabu, 26 Agustus 2026, saat membahas strategi pemulihan ekonomi pasca pandemi dan tantangan global. Pemerintah melihat peluang ini sebagai langkah cepat yang bisa segera diimplementasikan.
Wisata belanja sebagai strategi pertumbuhan
Airlangga menekankan bahwa kegiatan belanja dan kuliner menjadi tujuan utama wisatawan. Pemerintah ingin memanfaatkan preferensi tersebut untuk memperkuat penerimaan devisa domestik. Saat ini pengeluaran perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri tercatat mencapai USD 6,7 miliar. Dari jumlah itu, pemerintah berharap sebagian dapat diputar ke dalam ekonomi lokal melalui promosi dan paket wisata belanja.
Tujuan kebanyakan wisatawan adalah kuliner dan belanja, ini tentu perlu didorong supaya mereka belanja di Indonesia saja
Menarik kembali pengeluaran wisatawan
Strategi yang disiapkan meliputi peningkatan pengalaman belanja, promosi produk lokal, dan kemudahan pembayaran. Fokus diarahkan agar wisatawan memilih produk dan layanan dalam negeri dibandingkan belanja di luar negeri. Langkah ini dinilai sebagai low hanging fruit atau peluang yang bisa segera dikerjakan.
Kami berharap mereka juga bisa memanfaatkan wisata belanja sebagai motor pertumbuhan baru
Peran sektor ritel dan daya tahan ekonomi
Airlangga juga mengajak pelaku usaha ritel untuk memanfaatkan momentum ini. Ia menilai sektor ritel dapat menunjukkan ketahanan dalam menopang perekonomian nasional meski kondisi global menantang. Penguatan jaringan distribusi, variasi produk, dan promosi lintas sektor disebut sebagai kunci keberhasilan.
Di tengah perang dagang retail, Indonesia menunjukkan resiliensi dan bertahan untuk menopang perekonomian nasional. Karena itu saya minta kita semua tepuk tangan untuk seluruh retail Indonesia
Pengembangan wisata belanja dipandang sebagai strategi pragmatis untuk meningkatkan konsumsi domestik dan menahan aliran devisa ke luar negeri. Ke depan, pemerintah akan mengintegrasikan kebijakan ini dengan program pariwisata, perbankan, dan sektor ritel untuk menciptakan ekosistem yang menarik bagi wisatawan. Implementasi lebih lanjut akan menentukan seberapa besar kontribusi wisata belanja terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
IHSG Dibuka Menguat di 6.504,99 pada 26 Agustus 2026
IHSG dibuka menguat di 6.504,99 pada 26 Agustus 2026, terdorong sentimen eksternal, evaluasi indeks BEI, dan...
IHSG Diprakirakan Rebound Didukung Sentimen PLTS dan Evaluasi Indeks
IHSG diperkirakan rebound pada 26 Agustus 2026, dipicu evaluasi indeks BEI dan dorongan program PLTS 100 GWp...
Triv Gelar Alpha Arena Bali Final: Kompetisi Trading Kripto USD100.000
Triv Group menggelar Alpha Arena Bali Final di Coinfest Asia 2026, kompetisi trading kripto berhadiah USD100...
Rupiah Melemah Setelah AS Umumkan Sanksi terhadap Iran
Rupiah melemah tipis ke Rp17.723 per dolar setelah AS mengumumkan sanksi terhadap Iran; pasar cermati inflas...
Prospek MIND ID Grup: Peluang Emiten Tambang di Semester II-2026
Investor menilai emiten tambang MIND ID jelang Semester II-2026; fokus pada margin, arus kas, dan proyek hil...
Penjualan UMKM di KKI 2026 Naik 46%, Capai Rp144,2 Miliar
KKI 2026 catat penjualan UMKM Rp144,2 miliar, naik 46%; business matching ekspor Rp169,9 miliar dan pembiaya...