Raja Antoni Minta Bandara Kalimarau Tetap Buka Saat Potensi Hujan
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta Bandara Kalimarau di Berau, Kalimantan Timur, tetap beroperasi pada malam hari bila muncul potensi awan hujan. Permintaan itu disampaikan saat rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pos Tim Terpadu Labanan, Rabu, 26 Agustus 2026.
Permintaan buka bandara saat awan hujan
Dalam rapat yang dihadiri Kepala Bandara Kalimarau Patah Atabri melalui daring, Raja Antoni menekankan pentingnya fleksibilitas jam operasi bandara untuk mendukung penerbangan pemadaman. Ia meminta agar bandara tetap dibuka sampai misi sortie selesai jika potensi hujan muncul pada malam hari.
"Kalau potensi awan hujannya di malam hari, bandara mohon tetap dibuka ya Pak, sampai sorti selesai ya Pak,"
"Jangan sampai ditutup bandaranya Pak kalau potensinya malam. Kalau siang ya alhamdulillah, tapi kalau malam mohon ya Pak,"
Dukungan Bandara Kalimarau
Menanggapi permintaan itu, Kepala Bandara Kalimarau, Patah Atabri, menyatakan kesiapan memberi dukungan penuh untuk operasi penanggulangan karhutla. Ia menyebut bandara telah memperluas jam layanan dalam beberapa malam terakhir untuk mendukung kegiatan tersebut.
"Siap Pak Menteri. Kami sudah dua malam ini membantu, memberikan waktu tambahan jam operasi Bapak, sampai jam 11 malam Bapak,"
Perpanjangan jam operasi ini memungkinkan pesawat pemadam dan dukungan logistik melaksanakan sortie pada jam yang lebih larut.
Koordinasi lintas lembaga
Raja Antoni menegaskan upaya penanggulangan karhutla dilakukan bersama berbagai pihak. Koordinasi intensif dinilai penting untuk memadukan informasi cuaca, strategi operasi, dan bantuan lapangan.
- BNPB
- BMKG
- BPBD
- TNI dan Polri
- Manggala Agni Kementerian Kehutanan
- Masyarakat Perduli Api dan pihak lain
Dengan sinergi ini, pemerintah berharap respons terhadap titik panas dan kebakaran lahan dapat lebih cepat dan terkoordinasi, khususnya bila peluang hujan dapat dimanfaatkan untuk pengendalian api.
Implikasi operasional
Permintaan agar bandara membuka operasi malam menuntut kesiapan fasilitas, personel, dan prosedur keselamatan. Langkah ini juga membuka peluang pemanfaatan jangka pendek awan hujan untuk operasi pemadaman yang efisien.
Ke depan, monitoring kondisi cuaca dan koordinasi antarinstansi akan terus dilanjutkan guna mengoptimalkan penggunaan angkutan udara dan sumber daya lain dalam menghadapi karhutla di Berau.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...