SMK Go Global: Siapkan Pekerja Migran Terampil dan Berdaya Saing
Menteri P2MI Mukhtarudin membuka program SMK Go Global pada Rabu, 26 Agustus 2026 di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta Timur. Program ini bertujuan menyiapkan calon pekerja migran Indonesia dengan keterampilan, sertifikasi, dan kemampuan bahasa sesuai kebutuhan pasar kerja internasional agar dapat bekerja melalui jalur resmi dan aman.
Target peserta dan jadwal pelaksanaan
Program digagas sebagai bagian dari arahan Presiden untuk menyiapkan 500 ribu tenaga kerja terampil. Target peserta dibagi antara lulusan SMK dan pendaftar umum dari berbagai jenjang pendidikan. Penyiapan dilakukan bertahap selama 2026–2029.
| Tahap | Jumlah Peserta |
|---|---|
| 2026 | 40.000 |
| 2027 | 140.000 |
| 2028 | 180.000 |
| 2029 | 140.000 |
Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan 500.000 peserta, dengan rincian 300.000 dari lulusan SMK dan 200.000 dari pendaftar umum (SMA, diploma, hingga perguruan tinggi).
Isi pelatihan dan standar kompetensi
Kementerian menekankan kualitas selain kuantitas. Program menyediakan pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi nasional/internasional, dan penguatan etos kerja. Mukhtarudin menegaskan kesiapan peserta bukan sekadar kuantitas pemberangkatan, melainkan kemampuan memenuhi standar industri di negara tujuan.
"SMK Go Global merupakan bentuk pelindungan dari hulu. Peserta dibekali kompetensi, bahasa, serta sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional agar siap bekerja melalui jalur yang aman,"
Pelatihan dirancang agar keterampilan teknis sesuai permintaan pasar global, sementara sertifikasi berfungsi sebagai pengakuan kompetensi.
Jaringan pelatihan dan negara tujuan
Kementerian P2MI menyiapkan sekitar 2.000 kelas pelatihan yang tersebar di 23 wilayah kerja BP3MI. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung melalui tujuh Balai Diklat Industri.
- BDI: Jakarta, Medan, Padang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar
Peserta diproyeksikan mengisi peluang kerja di sejumlah negara tujuan berikut:
- Jepang
- Jerman
- Korea Selatan
- Malaysia
- Singapura
- Turki
- Taiwan
- Maladewa
- Negara-negara di kawasan Eropa
Dukungan kementerian dan kolaborasi
Kemenperin berperan pada sisi hulu untuk menyiapkan skill teknis. Peran P2MI fokus membuka akses pasar kerja, penempatan lulusan, dan perlindungan bagi pekerja migran.
"Kementerian Perindustrian berperan di sisi hulu untuk menyiapkan skill dan kompetensi teknis dari para pekerja. Sementara itu, Kementerian P2MI berperan di sisi hilir membuka akses pasar kerja, menempatkan lulusan, dan memberikan payung perlindungan,"
Dampak dan prospek
Pemerintah menegaskan prioritas pada penciptaan lapangan kerja dalam negeri. Namun, bagi warga yang memilih bekerja di luar negeri, program ini memberi jalur resmi dan perlindungan. Dengan fokus pada kualitas kompetensi dan sertifikasi, program diharapkan meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Presiden Pastikan Pemerintah Terus Bantu Warga NTT
Presiden Prabowo pastikan pemerintah terus hadir membantu warga NTT dalam pemulihan pascabencana setelah kun...
Bawaslu: Kehumasan Jaga "Halaman Rumah" untuk Bangun Kepercayaan
Lolly Suhenty sebut kehumasan Bawaslu ibarat menjaga 'halaman rumah' untuk membangun kepercayaan publik lewa...
DPR Minta Rekening Aktivis Supriyono 'Botok' Dipulihkan
Komisi III DPR minta rekening aktivis Supriyono alias Botok dipulihkan segera karena tidak ditemukan persoal...
Menkomdigi Kukuhkan 9 Anggota KPI Pusat Periode 2026-2029
Menkomdigi Meutya Hafidz mengukuhkan sembilan anggota KPI Pusat periode 2026–2029 di Jakarta, Rabu 26 Agustu...
Sektor Ritel Serap Jutaan Pekerja dan Dorong Konsumsi
Sektor ritel menyerap jutaan tenaga kerja dan mendorong konsumsi; kontribusi 53,32% terhadap PDB, pertumbuha...
BPBD Ende Distribusikan 12.300 Paket Sembako untuk Korban Gempa
BPBD Ende menyalurkan 12.300 paket sembako kepada korban gempa, melebihi 7.590 keluarga terdampak per 25 Agu...