Nasional

Sektor Ritel Serap Jutaan Pekerja dan Dorong Konsumsi

Bagikan:
Ilustrasi toko ritel dan pekerja ritel di Indonesia

Sektor ritel menjadi penggerak utama konsumsi domestik dan menyerap jutaan tenaga kerja, kata Sekjen Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Haryanto Pratantara, Rabu 26 Agustus 2026. Pernyataan ini didukung data pertumbuhan konsumsi kuartal II 2026 dan kebijakan pemerintah untuk memperluas ritel hingga pedesaan.

Ritel serap jutaan tenaga kerja

Haryanto menekankan bahwa kontribusi tenaga kerja dari sektor ritel sering kurang mendapat perhatian. Menurut dia, penyerapan lapangan kerja di ritel sebanding atau bahkan melampaui sektor lain.

“Namun, sektor ritel sering terlupakan jumlah tenaga kerja besar lebih banyak dikaitkan dengan industri manufaktur,”

Ia memberi contoh perusahaan ritel besar seperti Alfamart dan Indomaret yang masing-masing memiliki lebih dari 100 ribu karyawan. Selain itu, Kawan Lama Group tercatat mempekerjakan sekitar 60 ribu orang.

Haryanto juga menyorot peran ritel kelas menengah dan sektor informal yang didominasi UMKM. Kedua segmen ini menambah volume tenaga kerja yang signifikan, meski banyak yang belum terdaftar resmi.

Kontribusi terhadap PDB dan pertumbuhan konsumsi

Menurut Haryanto, pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada konsumsi domestik yang porsinya melebihi separuh PDB. Pernyataan ini mendapat dukungan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Ini merupakan aset Indonesia karena memberikan kontribusi sebesar 53,32 persen terhadap produk domestik bruto (PDB),”

Airlangga melaporkan pertumbuhan sektor konsumsi pada triwulan II 2026 mencapai 5,06 persen. Pemerintah menargetkan percepatan pertumbuhan ekonomi hingga sekitar 6 persen pada akhir tahun dan tahun berikutnya, dengan harapan ritel menjadi pendorong utama.

“Kami terus mendorong agar pertumbuhan di akhir tahun menuju 6 persen dan tahun depannya lagi,”

“Saya yakin sektor ritel ini akan terus mendorong pertumbuhan perekonomian kita.”

Perluasan ritel hingga pedesaan

Pemerintah juga mendorong perluasan jaringan ritel ke wilayah pedesaan. Salah satu langkahnya adalah pemberdayaan Koperasi Merah Putih sebagai penyedia barang ritel sekaligus agen pembelian hasil pertanian dan perikanan di daerah.

“Bapak Presiden mendorong agar ritel tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga masuk di pedesaan,”

“Pemerintah mendorong Koperasi Merah Putih agar barang ritel yang disubsidi pemerintah juga bisa terjadi tersedia di lapangan.”

Perpaduan penyerapan tenaga kerja, kontribusi terhadap PDB, dan upaya memperluas akses ritel ke pedesaan menunjukkan sektor ini berperan ganda: mendongkrak konsumsi dan menyerap tenaga kerja. Ke depan, keberhasilan program perluasan ritel dan pendataan pekerja informal akan menentukan seberapa besar dampak ekonomi dan sosial yang dapat direalisasikan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait