Nasional

BPBD Ende Distribusikan 12.300 Paket Sembako untuk Korban Gempa

Bagikan:
Distribusi sembako BPBD Ende kepada warga terdampak gempa

BPBD Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menyalurkan 12.300 paket sembako kepada warga terdampak gempa. Jumlah itu melebihi total 7.590 keluarga yang dilaporkan terdampak hingga Selasa, 25 Agustus 2026. Penyaluran dilakukan melalui koordinasi daerah sejak hari-hari pertama pascagempa.

Distribusi dan mekanisme penyaluran

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ende, Marselus Ekleanus Meta, mengatakan bantuan didistribusikan berdasarkan data kebutuhan dari desa dan kelurahan. Penyaluran melibatkan camat, kepala desa, dan lurah untuk memastikan akurasi penerima.

"Kami memanggil para camat berdasarkan data kebutuhan masing-masing desa atau kelurahan sebelum didistribusikan," ujar Marselus, Rabu 26 Agustus 2026. "Pada beberapa titik yang terhambat, kami memanggil para kades-kades atau lurah untuk menyalurkannya."

Marselus menambahkan bahwa, secara rasio, jumlah paket yang disalurkan seharusnya sudah mencukupi. Namun beberapa warga belum menerima karena perbedaan persepsi di lapangan mengenai siapa yang berhak.

"Semestinya dari rasio antara laporan yang terdampak dan jumlah paket yang disalurkan, mestinya sudah lebih dari cukup," lanjutnya.

Koordinasi lintas lembaga dan respon lapangan

BPBD berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk merapikan pendataan dan distribusi. Mitra yang dilibatkan antara lain pihak keuskupan, Caritas, serta unsur TNI, Polri, SAR, dan relawan komunitas.

  • TNI dan Polri: membantu akses logistik dan keamanan.
  • SAR dan relawan: menjangkau wilayah sulit dilalui kendaraan.
  • Keuskupan dan Caritas: mendata kebutuhan khusus komunitas terdampak.

Relawan dari komunitas sepak bola dan kelompok anak muda turut membantu pendistribusian di beberapa titik yang sulit diakses.

Kendala distribusi dan akses

Pada hari-hari awal, distribusi terkendala longsor, gangguan telekomunikasi, dan listrik padam. Kondisi akses mulai membaik pada hari ke-11 dan ke-12 pascagempa sehingga jangkauan menjadi lebih mudah.

"Namun pada hari ke-11 dan ke-12 semuanya lebih mudah untuk dijangkau," kata Marselus. "Namun ada beberapa titik yang mungkin sekarang lagi viral di medsos padahal sebenarnya sudah ditangani."

Di wilayah Reka, akses sempat tertutup sehingga BPBD melakukan upaya menembus jalan yang terhalang untuk menyalurkan bantuan.

Bantuan non-sembako dan perbaikan rumah

Selain sembako, BPBD menyalurkan ratusan tenda keluarga dan sekitar 30 tenda pengungsian. Untuk kebutuhan air bersih, BPBD berkolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai, PDAM, dan posko distribusi air.

Pemerintah juga menyiapkan tenda keluarga bagi pemilik rumah rusak berat dan menjanjikan bantuan perbaikan rumah sesuai tingkat kerusakan:

  • Rusak berat: Rp70 juta
  • Rusak sedang: Rp30 juta
  • Rusak ringan: Rp15 juta

"Kepada masyarakat yang rumahnya rusak berat kami sampaikan bahwa pemerintah telah menjanjikan untuk memperbaiki," ujar Marselus.

Pemulihan pascagempa

BPBD mulai mempersiapkan program pemulihan pascagempa, termasuk edukasi trauma healing khusus bagi kelompok rentan, terutama ibu dan anak. Upaya ini dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan pada pengungsian komunal secara bertahap.

Langkah-langkah distribusi, pendataan ulang, dan program pemulihan akan terus dipantau agar bantuan tepat sasaran dan kebutuhan dasar warga segera terpenuhi.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait