BPBD Ende Mulai Trauma Healing dan Bantuan Rumah Pascagempa
BPBD Kabupaten Ende mulai meluncurkan program trauma healing bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Ende pada akhir Agustus 2026. Program ini menyasar kelompok rentan, khususnya ibu dan anak, untuk mempercepat pemulihan psikologis sekaligus menyiapkan bantuan perbaikan rumah bagi korban.
Program trauma healing dan sasaran
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ende, Marselus Ekleanus Meta, mengatakan penanganan bencana kini masuk tahap pemulihan. Edukasi trauma healing menjadi langkah awal untuk membantu warga yang masih takut kembali ke rumah.
"Rencananya minggu-minggu besok ini sudah mulai (trauma healing) dengan juga selain saluran sembako. Sudah kita mulai untuk pemulihan pasca gempa dengan melakukan edukasi untuk trauma healing bagi kelompok rentan ibu anak-anak,"
Program ini akan difokuskan pada sesi edukasi dan pendampingan psikososial agar korban, terutama anak-anak dan ibu, bisa berangsur pulih dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Bantuan perbaikan rumah
Selain intervensi psikologis, pemerintah daerah menyiapkan bantuan finansial untuk memperbaiki rumah warga. Bantuan dibedakan menurut tingkat kerusakan, yang diproyeksikan untuk mempercepat proses hunian kembali.
| Tingkat Kerusakan | Bantuan (Rp) |
|---|---|
| Rusak berat | 70.000.000 |
| Rusak sedang | 30.000.000 |
| Rusak ringan | 15.000.000 |
"Kepada masyarakat yang rumahnya rusak berat kami sampaikan bahwa pemerintah telah menjanjikan bahwa untuk perbaikan. Kita akan berikan donasi sebanyak 70 juta untuk rumah rusak berat, rumah rusak sedang sebanyak 30 juta dan rumah rusak ringan sebesar 15 juta rupiah,"
Koordinasi penanganan pasca gempa
Marselus menyebut BPBD berkoordinasi dengan berbagai lembaga untuk memastikan kebutuhan logistik, hunian sementara, dan dukungan psikologis terpenuhi. Untuk rumah yang rusak berat, pihaknya menyiapkan tenda keluarga sementara sambil membangun hunian darurat.
- Edukasi trauma healing untuk ibu dan anak.
- Penyediaan tenda keluarga untuk penampungan sementara.
- Bantuan finansial berdasarkan tingkat kerusakan rumah.
"Harapannya itu yang karena posisi trauma itu bisa kembali ke rumah. Bagi rumah-rumah rusak berat kami siapkan tenda keluarga untuk sementara sambil dibangunkan hunian sementara,"
Imbauan dan prospek pemulihan
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk mulai bangkit dan kembali menjalankan aktivitas, namun tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Penanganan kelompok rentan diharapkan mengurangi dampak psikologis jangka panjang.
"Jadi mari kita semua bangkit dan melakukan aktivitas seperti sebelum terjadinya gempa. Namun dengan tetap kewaspadaan karena gempa susulan masih terjadi,"
Langkah terpadu antara dukungan psikososial dan bantuan perbaikan rumah diharapkan mempercepat pemulihan komunitas serta mendorong warga kembali ke hunian permanent dalam waktu mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bawaslu Tegaskan Empat Prinsip Publikasi Informasi Kinerja
Bawaslu minta jajarannya terapkan empat prinsip publikasi informasi kinerja sesuai Perbawaslu No.14/2024 unt...
Prabowo Setujui Usulan Gudang Logistik di Setiap Kabupaten
Presiden Prabowo setujui usulan BNPB agar setiap kabupaten memiliki gudang logistik bencana untuk percepat b...
Prabowo Tiba di Nagekeo, Pimpin Rapat Penanganan Gempa NTT
Presiden Prabowo tiba di Nagekeo 26 Agustus 2026 dan langsung memimpin rapat penanganan gempa NTT bersama me...
Pakar: Peran Manusia Kunci Cegah Karhutla di Musim Kemarau
Pakar: aktivitas manusia jadi pemicu utama karhutla saat kemarau dan El NiƱo; butuh patroli, pengawasan, dan...
Polda Kalbar Gelar Patroli Pembasahan Cegah Karhutla di Kubu Raya
Polda Kalbar menggelar patroli pembasahan di Kubu Raya pada 26 Agustus 2026 untuk memadamkan bara dan menceg...
KIP Kuliah 2026: 85.390 Mahasiswa dari Wilayah 3T Terjangkau
KIP Kuliah 2026 menjangkau 85.390 mahasiswa dari wilayah 3T, setara 10,2% dari 840.792 penerima aktif pada s...