Nasional

Presiden Targetkan PLTS 100 GWp Rampung dalam 3 Tahun

Bagikan:
Peluncuran Program PLTS 100 GWp oleh Presiden Prabowo di Monumen Operasi Gilimanuk, Jembrana, Bali

Presiden Prabowo Subianto menargetkan penyelesaian Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GWp dalam waktu tiga tahun, dan membuka kemungkinan rampung lebih cepat. Pernyataan ini disampaikan saat peluncuran program di Monumen Operasi Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026. Pemerintah menilai inisiatif ini penting untuk memperkuat kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Target dan arahan Presiden

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa target 100 GWp bukan sekadar angka simbolis, melainkan komitmen yang harus direalisasikan dengan cepat dan tegas. Ia meminta tim energi dan kementerian terkait bekerja intensif agar target tercapai dalam rentang waktu yang ditetapkan.

"Kita akan membangun 100 gigawatt, dan kita tidak main-main. Target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun,"

Presiden bahkan menyinggung kemungkinan program selesai dalam dua tahun, dengan merujuk pada keberhasilan pemerintah sebelumnya menyelesaikan target swasembada pangan lebih cepat dari jadwal.

"Dulu swasembada pangan saya beri target empat tahun, tim ekonomi, tim pertanian, tim pangan berhasil satu tahun. Berarti kalau saya kasih target tiga tahun untuk tim energi, ya nggak lah, 2 tahun lah,"

Siapa yang diminta bertanggung jawab

Presiden meminta beberapa pejabat negara memastikan pelaksanaan program sesuai arahan. Instruksi diarahkan kepada kementerian dan lembaga terkait untuk segera melakukan koordinasi teknis dan administratif.

  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, diminta memastikan kelayakan pelaksanaan dan pengawasan program.
  • Kepala Danantara dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian juga dipanggil untuk menyiapkan dukungan kebijakan dan koordinasi antarinstansi.
  • Direktur Utama PLN dan Direktur Utama Pertamina diminta terlibat dalam perencanaan integrasi PLTS ke sistem kelistrikan nasional.

Bahlil menyatakan kesiapannya menjalankan arahan Presiden dan bekerja cepat bersama seluruh pihak terkait.

Tujuan program dan implikasi

Program PLTS 100 GWp dimaksudkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil. Saat ini kapasitas pembangkit listrik nasional tercatat sekitar 88 GW, berasal dari batu bara, minyak, gas, dan panas bumi.

Realisasi PLTS dalam skala ini akan memerlukan percepatan investasi, perizinan, serta penyiapan infrastruktur jaringan. Pemerintah menekankan bahwa koordinasi lintas kementerian dan BUMN harus berlangsung cepat untuk memastikan target ambisius tersebut tercapai dalam waktu yang diumumkan.

Ke depan, keberhasilan program ini akan menjadi tolok ukur kemampuan pemerintah menerjemahkan target energi terbarukan menjadi capaian nyata, sekaligus menentukan langkah kebijakan energi nasional berikutnya.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait