KemenHAM Perluas Pendidikan HAM ke Puluhan Ribu Warga
Kementerian Hak Asasi Manusia memperluas program pendidikan dan penyuluhan HAM kepada puluhan ribu warga di beberapa daerah. Penguatan kesadaran ini dilaksanakan melalui sosialisasi langsung yang melibatkan masyarakat umum, mahasiswa, dan sivitas akademika. Kegiatan tersebut diumumkan di Jakarta pada Selasa, 25 Agustus 2026, sebagai bagian dari agenda edukasi berkelanjutan.
Rincian kegiatan dan jumlah peserta
Kegiatan digelar di beberapa provinsi dengan jumlah peserta besar untuk setiap lokasi. Tujuan utama adalah membangun budaya penghormatan terhadap hak asasi manusia di tingkat akar rumput. Kementerian menargetkan jangkauan luas agar pemahaman HAM tidak hanya terbatas pada pemerintahan.
| Lokasi | Jumlah Peserta | Keterangan |
|---|---|---|
| Mandailing Natal | 6.000 | Sosialisasi terbuka kepada masyarakat |
| Kalimantan Barat | 6.000 | Partisipasi masyarakat luas |
| Gorontalo | 5.000 | Penguatan pemahaman HAM di komunitas lokal |
| Nusa Tenggara Timur (NTT) | 4.700 | Melibatkan 16 universitas dan ribuan peserta perguruan tinggi |
Kata Menteri
Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan bahwa program ini menargetkan pembentukan kesadaran publik tentang hak asasi manusia. Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah awal membangun budaya penghormatan HAM di Indonesia. Pelaksanaan sosialisasi mencakup forum terbuka yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
"Di Mandailing Natal, kami melakukan sosialisasi HAM di depan 6.000 orang, dan 6.000 orang di Kalimantan Barat. Di Gorontalo, kami juga melakukan sosialisasi HAM di depan 5.000 orang,"
"Dengan sosialisasi pendidikan HAM ini penting, karena ini menyangkut kesadaran berperadaban hak asasi manusia, kesadaran pembangunan hak asasi manusia. Kita baru memulai membangun kesadaran hak asasi manusia,"
Dasar kebijakan dan tujuan jangka panjang
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Perpres Nomor 156 Tahun 2024 tentang Kementerian HAM. Peraturan tersebut menjadi landasan bagi KemenHAM untuk memperluas edukasi secara berkelanjutan. Pendekatan ini dimaksudkan agar pemahaman HAM tumbuh di masyarakat, tidak hanya dalam birokrasi.
Implikasi dan prospek
Perluasan pendidikan HAM berpotensi memperkuat perlindungan dan kesadaran hak warga secara nasional. Jika program berlanjut dan menjangkau lebih banyak lokasi, hal itu dapat memperkuat budaya penghormatan HAM di berbagai lapisan masyarakat. KemenHAM menyatakan akan melanjutkan sosialisasi secara bertahap sesuai amanat peraturan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
MenHAM Perjuangkan Hak Papua Tengah atas Divestasi Saham Freeport
MenHAM Natalius Pigai menuntut kepastian pengelolaan 10% saham divestasi Freeport agar manfaat ekonomi dinik...
Pigai Dorong Buku Khusus Pendidikan HAM untuk Sekolah
Menteri HAM Natalius Pigai mendorong Kemendikdasmen menyiapkan buku khusus pendidikan HAM untuk SD-SMA agar...
Luas Karhutla Capai 202 Ribu Ha hingga Juli 2026
Luas karhutla mencapai 202.000 ha hingga Juli 2026; penanganan difokuskan pada enam provinsi rawan, terutama...
Polri Siapkan 1.500 Tabung Oksigen Dukung Penanganan Karhutla
Polri mengirim 1.500 tabung oksigen dan logistik ke wilayah terdampak karhutla, diprioritaskan ke Kalimantan...
MenHAM Dorong Pemenuhan Pangan Korban Gempa NTT
MenHAM Natalius Pigai mendesak pemenuhan pangan bagi korban gempa NTT selama tanggap darurat agar kebutuhan...
Jasa Marga Rekonstruksi Perkerasan di Ruas Tol Jabodetabek
Jasa Marga rekonstruksi perkerasan di ruas tol Jabodetabek 24 Agustus–1 September 2026; lajur ditutup sement...