Nasional

Basarnas Siaga Pastikan Keselamatan Wisatawan di Labuan Bajo

Bagikan:
Petugas Basarnas dan peralatan SAR bersiaga di Labuan Bajo pascagempa Flores

Basarnas memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan SAR di Labuan Bajo pascagempa magnitudo 7,7 di Pulau Flores. Kunjungan dan pengecekan dilakukan Selasa, 25 Agustus 2026, untuk mengantisipasi kebutuhan evakuasi dan layanan keselamatan bagi warga serta wisatawan.

Kunjungan dan pengecekan kesiapan

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, meninjau langsung Pos SAR Manggarai Barat. Dalam kunjungan itu, ia mengecek personel, alat utama (alut), serta sarana dan prasarana pendukung operasi SAR.

  • Pengecekan kesiapan personel SAR
  • Pemeriksaan kondisi dan ketersediaan alut
  • Evaluasi sarana dan prasarana pendukung operasi

Prioritas keselamatan personel

Syafii menegaskan keselamatan tim menjadi prioritas utama dalam setiap operasi. Menurutnya, menjaga keselamatan personel wajib dilakukan sebelum menolong orang lain.

Utamakan keselamatan personel dan tim terlebih dahulu sebelum menolong orang lain. Jalankan tugas kemanusiaan ini dengan dedikasi, ketulusan, dan penuh tanggung jawab.

— Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kepala Basarnas

Koordinasi antarpihak dan respons cepat

Basarnas menyatakan Pos SAR Manggarai Barat dan Kantor SAR Maumere tetap siaga selama masa tanggap darurat. Koordinasi intensif antarpersonel dan unsur SAR dilakukan untuk merespons permintaan evakuasi dengan cepat.

Pada masa tanggap darurat pascagempa 7,7, personel Kantor SAR Maumere hingga Pos SAR Manggarai Barat masih terus bersiaga serta berkoordinasi secara intensif dalam merespons setiap permintaan evakuasi.

— Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kepala Basarnas

Impak bagi masyarakat dan wisatawan

Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas mendapat perhatian khusus. Dengan kesiapsiagaan yang terus dijaga, Basarnas berharap masyarakat dan wisatawan mendapat jaminan pertolongan serta evakuasi cepat bila situasi membahayakan.

Selama masa tanggap darurat, Basarnas akan memperkuat patroli, menjaga kesiapan alut, dan memastikan jalur komunikasi antarinstansi tetap terbuka. Langkah ini ditujukan untuk meminimalkan risiko dan mempercepat bantuan saat diperlukan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait