Nasional

Daftar Proyek PLTS 100 GWp yang Diresmikan Presiden

Bagikan:
Panel surya di lokasi proyek PLTS yang baru diresmikan

Presiden baru-baru ini meresmikan serangkaian proyek yang menjadi bagian dari program PLTS 100 GWp, menyasar berbagai skala dan model pembangkit di sejumlah wilayah Indonesia. Peluncuran menegaskan strategi diversifikasi lokasi—dari lahan terbuka, permukaan waduk, hingga pulau terpencil—untuk mempercepat elektrifikasi dan mendukung aktivitas ekonomi lokal.

Proyek unggulan: PLTS Gilimanuk, Bali

Salah satu proyek utama berada di kawasan Monumen Operasi Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. PLTS Gilimanuk memiliki kapasitas pembangkit 198 MWp dengan sistem penyimpanan energi berkapasitas 666 MWh. Proyek ini memanfaatkan lahan seluas sekitar 211 hektare dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

Model terapung: PLTS Gajah Mungkur, Jawa Tengah

Di Wonogiri, Jawa Tengah, pemerintah mengembangkan PLTS yang memanfaatkan permukaan waduk. PLTS Gajah Mungkur tercatat memiliki kapasitas 134,2 MWp. Penggunaan badan air sebagai platform pembangkit menjadi salah satu inovasi untuk memaksimalkan potensi lahan serta mengurangi konflik penggunaan lahan darat.

PLTS untuk ekonomi lokal: Desa Sembur, Batam

Program PLTS juga diarahkan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat. Contoh nyata adalah PLTS Desa Sembur di Batam, Kepulauan Riau, dengan kapasitas 0,92 MWp. Proyek ini menerapkan konsep Productive Use of Energy, di mana listrik digunakan untuk fasilitas seperti cold storage, ice maker, dan kapal listrik nelayan.

Elektrifikasi pulau terpencil: Pulau Rengit

Energi surya juga diarahkan untuk wilayah kepulauan terpencil. PLTS Pulau Rengit memiliki kapasitas 0,078 MWp dan dirancang memenuhi kebutuhan listrik sekitar 44 kepala keluarga atau kurang lebih 200 jiwa. Proyek ini menjadi contoh pemanfaatan PLTS untuk mendukung kemandirian energi komunitas terpencil.

Proyek siap tender dan tahap konstruksi

Selain proyek yang telah diresmikan dan sedang konstruksi, pemerintah menyiapkan sejumlah proyek untuk proses tender. Total kapasitas proyek yang siap ditenderkan mencapai 4.548,92 MWp. Selain itu, terdapat pula proyek yang kini memasuki tahap konstruksi maupun groundbreaking.

Skala dan dampak program

Rangkaian proyek ini menunjukkan bahwa program PLTS 100 GWp dirancang dalam beragam skala dan model: pembangkit besar, pemanfaatan waduk, penggantian pembangkit berbahan bakar minyak, serta proyek untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kepulauan. Langkah ini diharapkan mempercepat target bauran energi bersih dan mendukung ekonomi lokal melalui akses listrik yang lebih andal.

Ke depan, keberhasilan proyek-proyek ini akan bergantung pada kelancaran konstruksi, integrasi penyimpanan energi, serta mekanisme pengadaan melalui tender yang transparan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait