Asap Karhutla Tebal, SDN 01 Sanggau Perpanjang PJJ
SDN 01 Sanggau menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sejak sepekan terakhir dan memperpanjang kebijakan itu karena kabut asap kebakaran hutan dan lahan masih tebal. Keputusan diberlakukan untuk menjaga kesehatan siswa setelah asap masuk ke bangunan sekolah setiap pagi.
PJJ Diperpanjang hingga 28 Agustus
Kepala SDN 01 Sanggau menyampaikan bahwa PJJ yang sudah berjalan satu minggu akan dilanjutkan sampai 28 Agustus sesuai edaran dinas, karena kondisi kabut asap belum membaik. Sekolah memilih tidak mengambil risiko keselamatan peserta didik dengan membuka kelas tatap muka.
"Kebetulan satu minggu PJJ dan berlanjut sampai tanggal 28 Agustus. Kebetulan dari dinas membuat edaran karena semakin hari kabut tebal,"
Kondisi Asap dan Dampak di Sekolah
Menurut pengamatan sekolah, asap paling pekat pada pagi hari. Kepekatan asap sampai masuk ke ruang dan rumah warga, sehingga menyebabkan bau terasa kuat.
"Kalau di Sanggau, mengganggu itu pagi hari. Kalau pagi, tebal asapnya sampai masuk ke rumah, dan bau asap terasa sekali, kalau pagi parah,"
Sekolah khawatir partikel debu dan asap yang menempel di meja atau permukaan lain bisa terhirup ketika aktivitas tatap muka kembali berjalan.
Protokol Sekolah dan Imbauan untuk Orang Tua
Sekolah meminta guru tetap masuk dan berada di ruang kelas meski siswa belajar dari rumah. Sekolah juga melakukan pembersihan rutin pada ruang kelas, khususnya permukaan meja, agar kondisi ruangan tetap siap saat kegiatan normal kembali.
- Guru wajib hadir di sekolah untuk menjaga kelancaran administrasi dan persiapan materi PJJ.
- Rutin membersihkan meja dan permukaan lain dari debu partikel.
- Imbauan kepada orang tua agar menjaga asupan dan kesehatan anak selama PJJ berlangsung.
"Nanti kita lakukan pembersihan, karena debu partikel kita tidak tau, anak masuk kelas dan menyentuh meja dan dihirup lagi. Itu yang kita takutkan, keputusan dinas guru masuk,"
Kepala sekolah juga mengingatkan agar orang tua memberi menu makanan sehat dan menghindari minuman dingin, supaya anak tidak mudah sakit selama paparan asap berlangsung.
Implikasi dan Langkah Selanjutnya
Perpanjangan PJJ menunjukkan kesiagaan sekolah menghadapi kondisi lingkungan yang berisiko. Sekolah mengikuti ketentuan dinas setempat dan akan meninjau kembali kebijakan tatap muka seiring perubahan kualitas udara.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Basarnas Siaga Pastikan Keselamatan Wisatawan di Labuan Bajo
Basarnas memastikan kesiapsiagaan SAR di Labuan Bajo pascagempa 7,7 Flores, meninjau personel, alut, dan koo...
KemenHAM Perluas Pendidikan HAM ke Puluhan Ribu Warga
Kementerian HAM memperluas pendidikan HAM ke puluhan ribu warga di beberapa daerah pada 25 Agustus 2026 untu...
Presiden Targetkan PLTS 100 GWp Rampung dalam 3 Tahun
Presiden minta PLTS 100 GWp selesai dalam tiga tahun atau lebih cepat untuk memperkuat kemandirian energi na...
Menhut Tinjau Karhutla Gambut di Jambi: Kelalaian Kecil Berpotensi Luas
Menhut Raja Antoni meninjau karhutla gambut di Tanjung Jabung Timur, Jambi; lahan gambut 17.000 ha, kedalama...
Polri Layani 400 Warga di Posko Kesehatan Nagekeo
Polri menyiagakan posko kesehatan di Nagekeo; sekitar 400 warga telah diperiksa dan mendapat pengobatan hing...
Kementerian Kehutanan Kerahkan 5.000 ASN untuk Tangani Karhutla
Kementerian Kehutanan mengerahkan 5.000 ASN melalui BKO untuk memperkuat penanganan karhutla, fokus di Sumat...