Stok Beras Pemerintah 5,1 Juta Ton, Bantuan untuk NTT Berlanjut
Badan Pangan Nasional (Bapanas)Cadangan Beras Pemerintah (CBP) aman di angka 5,1 juta ton dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat serta dukungan penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada 24-25 Agustus 2026.
Stok CBP dan kesiapan nasional
Bapanas menilai stok saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Pemerintah terus memantau pasokan di seluruh rantai distribusi untuk menghadapi fenomena El Nino dan fluktuasi harga beras dunia.
"Stok kita sekarang, (meski) ada El Nino, (jadi yang) tertinggi. Tapi alhamdulillah cadangan kita tertinggi selama Republik ini berdiri, yaitu 5,1 juta ton."
Amran menegaskan bahwa kenaikan harga beras global menjadi tantangan, tetapi tidak mengancam ketersediaan pangan nasional.
"Harga naik, konsumen marah. Harga turun, petani marah. Harga sedang sedang, pengusaha marah. Jadi begitu berat bebannya pemerintah," kata Amran.
Bantuan beras untuk NTT
Untuk penanganan gempa di NTT, Bapanas menambah alokasi bantuan menjadi total 9,98 ribu ton per 24 Agustus 2026, dengan perkiraan nilai sekitar Rp139 miliar. Bantuan ditujukan kepada masyarakat di tujuh kabupaten terdampak.
Jumlah itu terbagi menjadi bantuan bencana sejumlah 1,32 ribu ton dan bantuan pangan reguler sebanyak 8,65 ribu ton. Alokasi bantuan bencana dihitung berdasarkan 265.375 jiwa dengan kebutuhan 300 gram per orang per hari selama 14 hari pada masa tanggap darurat tahap pertama.
Keputusan Kepala Bapanas Nomor 2 Tahun 2026 mengatur perubahan mekanisme penyaluran menjadi 5 kilogram per jiwa untuk alokasi 14 hari tanggap darurat, menggantikan ketentuan sebelumnya 250 gram per jiwa per hari.
Rincian alokasi per kabupaten
| Kabupaten | Bantuan Bencana (ton) | Bantuan Pangan Reguler (ton) |
|---|---|---|
| Manggarai | 181,63 | 1.790,00 |
| Manggarai Timur | 278,78 | 1.660,00 |
| Ngada | 86,88 | 444,21 |
| Nagekeo | 661,18 | 625,14 |
| Sikka | 28,41 | 1.280,00 |
| Manggarai Barat | 71,45 | 1.340,00 |
| Ende | 18,58 | 1.500,00 |
Realisasi penyaluran CBP
Pemerintah juga terus menggelontorkan stok CBP untuk menstabilkan harga. Per 24 Agustus 2026, total realisasi penyaluran CBP mencapai 1,69 juta ton di seluruh program.
- SPHP Januari-Februari: 221,05 ribu ton
- SPHP Maret-Agustus: 688,98 ribu ton
- Bantuan pangan tahap I: 662,86 ribu ton
- Bantuan pangan tahap II: 59,83 ribu ton
- Bantuan bencana dan keadaan darurat: 11,39 ribu ton
- Golongan anggaran: 53,68 ribu ton
Implikasi dan langkah ke depan
Pemerintah berharap penyesuaian mekanisme dan percepatan distribusi dapat mempercepat respons di wilayah terdampak. Selain itu, penggelontoran CBP diharapkan meredam tekanan harga akibat kenaikan di pasar internasional.
Dengan jumlah stok yang besar dan mekanisme penyaluran yang diperbarui, pemerintah menyatakan siap menjaga ketersediaan pangan nasional selama masa tanggap darurat dan periode berisiko akibat El Nino.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Basarnas Siaga Pastikan Keselamatan Wisatawan di Labuan Bajo
Basarnas memastikan kesiapsiagaan SAR di Labuan Bajo pascagempa 7,7 Flores, meninjau personel, alut, dan koo...
KemenHAM Perluas Pendidikan HAM ke Puluhan Ribu Warga
Kementerian HAM memperluas pendidikan HAM ke puluhan ribu warga di beberapa daerah pada 25 Agustus 2026 untu...
Presiden Targetkan PLTS 100 GWp Rampung dalam 3 Tahun
Presiden minta PLTS 100 GWp selesai dalam tiga tahun atau lebih cepat untuk memperkuat kemandirian energi na...
Menhut Tinjau Karhutla Gambut di Jambi: Kelalaian Kecil Berpotensi Luas
Menhut Raja Antoni meninjau karhutla gambut di Tanjung Jabung Timur, Jambi; lahan gambut 17.000 ha, kedalama...
Polri Layani 400 Warga di Posko Kesehatan Nagekeo
Polri menyiagakan posko kesehatan di Nagekeo; sekitar 400 warga telah diperiksa dan mendapat pengobatan hing...
Kementerian Kehutanan Kerahkan 5.000 ASN untuk Tangani Karhutla
Kementerian Kehutanan mengerahkan 5.000 ASN melalui BKO untuk memperkuat penanganan karhutla, fokus di Sumat...