Nasional

BMKG: Musim Kemarau, tapi Hujan Lebat Bisa Terjadi hingga 31 Agustus

Bagikan:
Ilustrasi petir dan hujan lebat saat musim kemarau

BMKG memperingatkan sejumlah daerah di Indonesia masih berpotensi mengalami hujan lebat, petir, dan angin kencang hingga 31 Agustus 2026. Peringatan ini dikeluarkan setelah BMKG mencatat pola cuaca yang masih bervariasi meski musim kemarau mendominasi.

Periode 25–27 Agustus: potensi hujan meningkat

BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang masih mungkin terjadi pada 25–27 Agustus 2026. Masyarakat di beberapa provinsi diminta waspada terhadap kemungkinan peningkatan intensitas hujan.

"Wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan pada periode tersebut meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu. Kalimantan Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan," kata BMKG.

Potensi angin kencang

Selain hujan, BMKG juga mengingatkan risiko angin kencang yang dapat terjadi di beberapa wilayah. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan jika bersamaan dengan hujan deras dan petir.

  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Nusa Tenggara Timur

Periode 28–31 Agustus: cuaca semakin bervariasi

Memasuki 28–31 Agustus 2026, BMKG menyatakan pola cuaca diprakirakan berubah-ubah, dari cerah berawan hingga hujan lebat di beberapa lokasi. Perhatian khusus diberikan pada Papua Selatan, yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

BMKG juga memprakirakan potensi angin kencang pada periode ini terjadi di wilayah:

  • Banten
  • Jawa Barat
  • Kalimantan Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Papua Selatan

"Dominasi musim kemarau tidak berarti seluruh wilayah akan mengalami kondisi kering sepanjang waktu. Hujan yang terjadi secara lokal tetap dapat muncul, termasuk hujan ringan hingga sedang yang disertai fenomena cuaca berbahaya," ucap BMKG.

Dampak potensial dan imbauan keselamatan

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai risiko yang dapat timbul saat hujan disertai petir dan angin kencang. Beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:

  • Pohon atau dahan tumbang
  • Baliho atau papan reklame roboh
  • Genangan dan banjir lokal
  • Sambaran petir

Agar tetap aman, BMKG memberi beberapa imbauan keselamatan:

  • Jangan berteduh di bawah pohon saat terjadi hujan petir.
  • Hindari papan reklame atau bangunan rapuh yang berisiko roboh.
  • Jika berada di luar ruangan, hentikan aktivitas dan cari tempat aman saat tanda-tanda cuaca buruk muncul.

Pantau informasi resmi

BMKG meminta masyarakat terus mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi. Informasi dapat diakses melalui laman BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta akun media sosial resmi @infobmkg.

Masyarakat diimbau proaktif memantau peringatan cuaca agar risiko dapat diminimalkan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait