Aceh Jadi Percontohan Kebangkitan Imunisasi Nasional
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono menyatakan Aceh akan dijadikan percontohan kebangkitan imunisasi nasional dari wilayah barat. Pernyataan itu disampaikan usai Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing "Mengejar Anak Zero Dose" di Banda Aceh, Jumat, 22 Mei 2026. Dante mengatakan evaluasi berikutnya akan melihat perubahan cakupan imunisasi di provinsi tersebut dan menjadi model bagi daerah lain.
Aceh sebagai pilot project peningkatan cakupan imunisasi
Dante menekankan bahwa rendahnya cakupan imunisasi di Aceh perlu diubah menjadi contoh keberhasilan. Menurutnya, upaya ini dimulai dari wilayah paling barat Indonesia untuk memicu kebangkitan imunisasi secara nasional.
"Aceh akan kita jadikan percontohan bagaimana angka imunisasi yang rendah pada saat ini. Nanti pada evaluasi kita berikutnya bisa menjadi percontohan bagi tempat-tempat lain,"
Dukungan pemerintah daerah dan peran aparatur
Pihak pemerintah daerah merancang imunisasi menyasar anak-anak aparatur sipil negara sebagai langkah awal. Dante menilai program tersebut menunjukkan komitmen daerah dalam mendorong pelaksanaan imunisasi di tengah masyarakat.
Selain itu, Dante menerima surat edaran dari seorang bupati di Aceh yang meminta khutbah Jumat mengangkat tema imunisasi. Ia menyebut keterlibatan ulama dan masjid sangat strategis untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat.
"Beliau menyampaikan surat edaran kepada seluruh masjid di salah satu kabupaten di Aceh. Untuk memberikan khutbah Jum'at yang berkaitan dengan imunisasi, ini kan luar biasa,"
Kolaborasi lintas sektor dan target cakupan
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Ferdiyus, menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menurunkan angka anak zero dose. Ia juga menyebut dukungan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh sebagai penguatan pendekatan keagamaan.
"Semua yang berbasis tentang keagamaan kita selalu di kabupaten, kota, sehingga mudah-mudahan secara masif kita bekerjasama. Untuk bagaimana cara pencapaian imunisasi supaya zero dosenya tidak terlalu tinggi lagi di Provinsi Aceh,"
Ferdiyus memaparkan target capaian imunisasi tahunan minimal 95 persen dengan dukungan tenaga kesehatan puskesmas. Ia mencatat Provinsi Aceh memiliki sekitar 37.000 tenaga kesehatan yang tersebar di 366 puskesmas.
Langkah ke depan dan implikasi
Jika evaluasi menunjukkan kenaikan cakupan imunisasi di Aceh, model program ini bisa direplikasi ke provinsi lain. Keterlibatan tokoh agama, pejabat daerah, dan tenaga kesehatan menjadi faktor kunci untuk menurunkan angka zero dose secara bertahap.
Percepatan cakupan imunisasi di Aceh diharapkan tidak hanya menurunkan risiko penyakit menular pada anak, tetapi juga memberi pola intervensi yang bisa diadopsi nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Setujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan
Pemerintah menyetujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan disahkan menjadi undang-undang pada Rapat Paripurna DP...
BGN Uji Sistem Prasmanan MBG di Kelas, Makanan Disajikan Hangat
BGN uji coba penyajian MBG secara prasmanan di kelas sejak 5 Oktober 2026 untuk menjaga makanan hangat dan m...
Airlangga Sebut Keunggulan Maung MV3 Garuda Limousine
Airlangga nilai Maung MV3 Garuda Limousine nyaman dengan kursi reclining, interior mewah, dan teknologi seta...
Hari Cerebral Palsy Sedunia 2026: Tema 'Unique and United' dan Sejarahnya
Hari Cerebral Palsy Sedunia diperingati 6 Oktober 2026 dengan tema Unique and United untuk dorong inklusi da...
MenPPPA Dorong Perlindungan Perempuan dalam RUU Ketenagakerjaan
MenPPPA Arifah Fauzi dorong penguatan perlindungan perempuan dan anak dalam RUU Ketenagakerjaan untuk cegah...
Pendaftar TKA 2026 Naik Hampir 10%, Capai 4,2 Juta
Pendaftar TKA 2026 naik hampir 10% menjadi 4,2 juta; 3,86 juta menyelesaikan pendaftaran. Tes digelar 26 Okt...