Nasional

Wolvesight: Aplikasi Keamanan Siber Buatan Anak Bangsa

Bagikan:
Peluncuran Wolvesight, platform keamanan siber berbasis AI karya anak bangsa

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menghadiri peluncuran Wolvesight, platform keamanan siber berbasis artificial intelligence karya anak bangsa, pada Kamis, 4 Juni 2026. Peluncuran itu menegaskan kemampuan Indonesia mengembangkan solusi keamanan digital yang relevan untuk industri dan perbankan.

Kenapa keamanan siber jadi prioritas

Presiden Prabowo Subianto menegaskan visi transformasi digital yang inklusif pada World Governments Summit 2025, di mana setiap warga Indonesia harus memiliki akses yang setara ke ekonomi digital. Menanggapi visi tersebut, Menteri Ekraf menekankan bahwa keamanan siber merupakan fondasi utama agar transformasi itu berjalan berkelanjutan.

Riefky menyatakan bahwa tanpa keamanan siber yang kokoh, kepercayaan dalam ekonomi digital akan tergerus, mengancam perlindungan data, integritas platform, dan keberlangsungan usaha pelaku ekonomi kreatif.

"Visi sebesar ini tidak bisa berdiri tanpa cyber security yang kokoh. Cyber security bukan lagi sekadar komponen teknis, ia adalah fondasi kepercayaan yang menopang seluruh aktivitas ekonomi digital,"

Tentang Wolvesight: fitur dan fokus pengguna

Wolvesight diposisikan sebagai platform pertama di Asia Tenggara yang menggabungkan teknologi multi-agent AI dan evidence-first validation. Kombinasi ini dirancang untuk mempercepat proses penetration testing dan mendeteksi celah logika bisnis pada sistem industri serta perbankan.

Platform ini bertujuan membantu organisasi menemukan dan mereproduksi bukti kerentanan secara cepat dan akurat, sehingga perbaikan dapat dilakukan lebih efektif.

Kontribusi talenta lokal

Royke L. Tobing, Owner & Managing Director Spentera Group, menyebut Wolvesight sebagai hasil riset dan pengembangan talenta Indonesia. Ia menilai pihaknya ingin menunjukkan bahwa produk keamanan siber lokal bisa memiliki daya saing global, bukan sekadar menjadi konsultan atau distributor teknologi asing.

"Melalui Wolvesight, kami ingin menunjukkan bahwa talenta Indonesia mampu menciptakan produk keamanan siber sendiri yang relevan dengan kebutuhan pasar dan memiliki daya saing global,"

Royke menambahkan bahwa saat ini fokus pemanfaatan Wolvesight ditujukan untuk sistem industri dan perbankan, sektor yang memiliki kebutuhan keamanan digital tinggi.

Dampak bagi ekosistem dan langkah pemerintah

Menteri Ekraf menggarisbawahi tiga prasyarat utama untuk mendukung target Indonesia menjadi salah satu 20 ekonomi terbesar dunia pada 2045. Ketiganya: pengembangan super platform andal dan aman, percepatan transformasi digital di seluruh ekosistem, serta produksi talenta digital berkualitas berdaya saing global.

  • Pengembangan super platform yang aman dan andal
  • Percepatan digitalisasi di seluruh lapisan ekosistem
  • Pendidikan dan pembinaan talenta digital berkualitas

Kehadiran Menteri Ekraf pada peluncuran Wolvesight juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong inovasi keamanan siber lokal. Peran Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam, disebut penting dalam memperkuat ekosistem teknologi dan aplikasi ekonomi kreatif.

Dengan Wolvesight, langkah penguatan kedaulatan digital Indonesia bergerak dari pernyataan visi menuju produk nyata yang mendukung keamanan sistem kritikal nasional dan memperkuat posisi talenta teknologi lokal di panggung global.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait