BRIN Kembangkan Riset Multidisiplin untuk Ungkap Jejak Majapahit
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperluas riset tentang peradaban Majapahit dengan pendekatan multidisiplin di Trowulan, Jawa Timur, guna mengungkap aspek sejarah yang masih samar. Pernyataan itu disampaikan pada keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2026, sebagai respons atas kebutuhan penelitian lanjutan terhadap situs yang kaya temuan arkeologi sejak 1990-an.
Pentingnya pendekatan lintas disiplin
Kepala PRAPS BRIN, Irfan Mahmud, menyatakan bahwa temuan arkeologi sejak dekade 1990-an telah memberi banyak data. Namun, sejumlah bagian Kota Majapahit masih belum terungkap, termasuk batas wilayah dan sistem pengelolaan air. Oleh karena itu, penelitian perlu diperluas.
Masih banyak bagian Kota Majapahit yang belum sepenuhnya terungkap, mulai dari batas wilayah hingga sistem pengelolaan airnya. Karena itu, penelitian harus terus dikembangkan agar gambaran sejarah Majapahit semakin lengkap dan akurat.
Menurut Irfan, pengembangan penelitian tidak cukup mengandalkan arkeologi. Ia menyarankan integrasi ilmu lain seperti geologi, geografi, arsitektur, teknologi digital, penginderaan jauh, hingga kecerdasan artifisial untuk merekonstruksi dinamika kota kuno tersebut.
Kolaborasi lembaga dan pelestarian kawasan
BRIN menekankan bahwa riset harus berjalan seiring upaya pelestarian. Penyelidikan yang lebih utuh diharapkan menjadi dasar pengelolaan kawasan bersejarah agar generasi mendatang dapat memahami nilai budaya Majapahit.
Majapahit merupakan memori kolektif bangsa yang mencerminkan perkembangan politik, ekonomi, teknologi, tata kota, serta interaksi budaya Nusantara. Karena itu, penelitian harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian kawasan bersejarah.
Untuk memperkuat riset dan pelestarian, BRIN mendorong kerja sama antarlembaga. Kolaborasi itu melibatkan institusi pemerintah, akademisi, dan pelestari budaya.
- Kementerian Kebudayaan
- Balai Pelestarian Kebudayaan
- Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI)
- Perguruan tinggi dan pemerintah daerah
- Pemangku kepentingan lokal
Ekspansi riset ke situs lain
Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN, Hery Jogaswara, memastikan dukungan berkelanjutan bagi ekskavasi Majapahit. Selain itu, BRIN sedang menyiapkan program penelitian jangka panjang di Situs Liyangan, Jawa Tengah, sebagai bagian penguatan riset arkeologi nasional.
Kami tengah menyiapkan program penelitian jangka panjang di Situs Liyangan, Jawa Tengah. Hal ini sebagai bagian penguatan riset arkeologi nasional.
Langkah BRIN menunjukkan pergeseran metode penelitian ke arah integrasi teknologi dan ilmu cepat untuk memperkaya interpretasi sejarah. Ke depan, hasil riset diharapkan tidak hanya menambah literatur ilmiah, tetapi juga mendukung kebijakan pelestarian dan pengelolaan warisan budaya secara berkelanjutan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
SWITCH 2026: Singapura Dorong Perusahaan Siapkan Pekerja Hadapi AI
SWITCH 2026 dibuka di Marina Bay Sands; pemerintah Singapura mengimbau perusahaan menyiapkan pekerja menghad...
ITSEC Asia Gandeng SGCI Bawa Keamanan Siber ke Pantai Gading
ITSEC Asia menggandeng SGCI menyediakan layanan keamanan siber berkelanjutan bagi institusi publik dan infra...
Bali Tech Week 2026 Targetkan 5.000 Peserta untuk Tarik Investasi Digital
Bali Tech Week 2026 digelar 19–23 Okt di Sanur, Bali, menargetkan 5.000 peserta dari 37 negara untuk menarik...
Perusahaan RI Risau Kehilangan Manfaat AI jika Hanya Jalankan Pilot
Perusahaan Indonesia berisiko kehilangan manfaat produktivitas AI jika hanya menjalankan pilot; butuh pelati...
Adopsi AI Melonjak, Ancaman Kebocoran dan Kedaulatan Data
Adopsi AI di Indonesia meningkat pesat, namun risiko kebocoran data dan kedaulatan informasi menguat akibat...
Gerhana Matahari Total 2027: Siang Terbenam 6 Menit di Luxor
Gerhana Matahari Total 2 Agustus 2027 akan menggelapkan siang hingga 6 menit di beberapa wilayah daratan, te...