Pondok Fadhlul Qurro’ Gelar Wisuda Akbar Kedua, 60 Santri Diwisuda
Deliserdang — Pondok Madrasah Al-Qur’an Fadhlul Qurro’ asuhan qori internasional Ustadz Fadhlan Zainuddin menggelar Wisuda Akbar kedua pada Minggu, 14 Juni (Ahad 28 Zulhijjah 1447 H). Acara berlangsung di Desa Bandar Khalifah, Percut Sei Tuan, Deliserdang, dan diikuti oleh 60 santri serta sekitar 200 jamaah dari penggiat majelis pembinaan Alqur’an di Sumatera Utara.
Rangkaian acara dan peserta
Wisuda ini menjadi puncak program pendidikan tahfiz di pondok tersebut. Selain prosesi pengukuhan 60 santriwan dan santriwati, acara juga menjadi bentuk tasyakur atas keberhasilan 15 peserta yang lolos mengikuti MTQ Tingkat Provinsi.
Panitia menyampaikan para peserta MTQ berasal dari dua wilayah, yakni Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Kepulauan Riau. Kehadiran komunitas pembinaan Alqur’an menegaskan jaringan pendidikan Quran yang aktif di daerah itu.
Pendidikan lanjutan dan peluang internasional
Sejumlah santri yang diwisuda berencana melanjutkan ke perguruan tinggi. Ada yang sudah diterima di UIN Sumatera Utara dan PTIQ Jakarta melalui jalur prestasi. Sementara yang lain tengah mengikuti tes seleksi di luar negeri dan kampus nasional, termasuk Al-Azhar, Universitas Islam Madinah, serta Universitas Sumatera Utara.
Pesan pengasuh pondok
Pengasuh Pondok Fadhlul Qurro’, Ustadz Fadhlan Zainuddin, menekankan pentingnya menjaga hafalan Alquran dan memperdalam ilmu yang terkandung di dalamnya. Ia menegaskan bahwa ilmu Alquran harus memberi manfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat.
“Kegiatan wisuda Akbar kedua ini dihadiri oleh guru saya yang pernah mengajarnya di waktu masih kecil (SMP Pertiwi), Hj. Hafsah Hanim yang sudah 43 tahun tidak bertemu. Dan juga tokoh LPTQ Sumut Al-Ustaz H.A. Muin Isma Nasution dan H. Agus Thahir Nasution. Demikian juga K.H. Zulfikar Hajar dan Dr Amhar Nasution dari MUI Kota Medan dan Sumatera Utara,”
Hadiah kebanggaan dan jejaring ulama
Hadirnya tokoh-tokoh pembinaan Alqur’an dan ulama lokal memberi nilai khusus bagi penyelenggaraan. Pertemuan kembali dengan guru lama Ustadz Fadhlan menjadi momen emosional yang sekaligus menegaskan kesinambungan tradisi pengajaran Alquran di pondok tersebut.
Dengan capaian peserta yang tampil di tingkat provinsi dan akses ke perguruan tinggi internasional, pondok ini menunjukkan kombinasi antara pembinaan hafalan dan dorongan akademis. Ke depan, pengasuh menargetkan agar lulusan tetap menjaga hafalan dan terus melanjutkan kajian keilmuan agar manfaatnya luas bagi masyarakat.
Berita Terkait
Wabup Resmikan Majelis Dzikir Daarul Istiqomah di Bilah Barat
Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri ST meresmikan Majelis Dzikir Daarul Istiqomah di Desa Tebing Linggahara; r...
Sosialisasi Perda Persampahan Medan Nomor 7/2024
Anggota DPRD Medan Tia Ayu sosialisasi Perda No.7/2024 tentang pengelolaan sampah pada 14 Juni; sekitar 1.00...
TOTK Lake Toba 2026 di Samosir Berakhir Sukses, Ribuan Pelari Ikut
TOTK Lake Toba 2026 di Samosir resmi ditutup, diikuti ribuan pelari dari 34 negara; penyerahan hadiah digela...
TTI Soroti Keterlambatan Tender RS Regional Tapaktuan Rp13,8 Miliar
TTI mendesak penjelasan soal keterlambatan tender RS Regional Tapaktuan Rp13,8 miliar TA 2026 dan minta peng...
Menteri PU Tinjau Sekolah Rakyat Aceh 2 di Subulussalam
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau progres Sekolah Rakyat Aceh 2 di Subulussalam; proyek 6,8 ha nilai kontrak...
Kapolda Aceh Rotasi Pejabat, Kasatreskrim Aceh Selatan Diganti
Kapolda Aceh melantik pejabat baru; Kasatreskrim Aceh Selatan diganti lewat Surat Telegram ST/311 tanggal 11...