FORMASSU-SMAM Mendesak Pemko Medan Segera Bantu Korban Puting Beliung
Medan — Forum Masyarakat Sipil Sumatera Utara (FORMASSU) bersama Syarikat Masyarakat Adat Melayu (SMAM) mendesak Pemerintah Kota Medan untuk segera turun tangan dan memberikan bantuan kepada warga terdampak puting beliung yang terjadi di Kota Medan. Desakan disampaikan setelah bencana itu merusak sejumlah rumah dan menimbulkan kerugian material cukup besar, sehingga banyak keluarga membutuhkan bantuan darurat.
Desakan bantuan darurat dan pendataan
Ketua FORMASSU, Ariffani SH MH, menegaskan pemerintah harus hadir untuk melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan secara cepat dan transparan. Pendataan dinilai penting agar bantuan tepat sasaran. Selain bahan bangunan, korban juga membutuhkan bahan pokok dan bantuan lain untuk meringankan beban mereka.
Kami meminta Pemerintah Kota Medan untuk segera turun dan melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap warga yang terdampak serta menyalurkan bantuan secara cepat, tepat, dan transparan. Pemerintah tidak boleh menunggu terlalu lama karena masyarakat membutuhkan kehadiran negara pada saat-saat seperti ini,
Koordinasi instansi dan peran pemerintah
FORMASSU dan SMAM meminta organisasi perangkat daerah yang menangani penanggulangan bencana dan urusan sosial untuk segera memaksimalkan koordinasi. Tujuannya agar proses penanganan dan distribusi bantuan berjalan lancar dan tidak terjadi tumpang tindih penerima bantuan.
- Melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga terdampak
- Menyalurkan bantuan darurat secara cepat dan transparan
- Memaksimalkan koordinasi antarinstansi terkait
Semangat gotong royong dan pemulihan pascabencana
Ketua Umum SMAM, T. Ariefadillah, mengingatkan nilai-nilai budaya Melayu yang menekankan gotong royong dan saling membantu. Masyarakat diimbau untuk saling membantu korban, namun Ariefadillah menegaskan pemerintah harus menjadi garda terdepan dalam pemenuhan kebutuhan korban.
Budaya Melayu mengajarkan kita untuk saling membantu dan meringankan beban sesama. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu para korban. Namun, pemerintah tetap harus menjadi garda terdepan dalam memastikan seluruh kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat terpenuhi,
Selain bantuan darurat, kedua organisasi mendorong Pemko Medan menyiapkan program pemulihan pascabencana. Program ini meliputi perbaikan rumah warga yang rusak akibat puting beliung dan pemulihan jangka menengah agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal.
Imbauan akhir dan harapan
FORMASSU dan SMAM menegaskan bahwa penanganan korban merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Mereka berharap seluruh pihak, terutama Pemko Medan, segera menunjukkan kepedulian nyata terhadap warga yang tertimpa musibah agar proses pemulihan berjalan cepat dan adil.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPRK Aceh Selatan Tahan Dukungan Usulan WPR Sampai Diverifikasi
DPRK Aceh Selatan menunda dukungan usulan WPR hingga Pemkab lakukan sosialisasi, persetujuan keuchik, dan ve...
Polwan Pematangsiantar Perketat Disiplin Jelang HUT ke-78
Polwan Polres Pematangsiantar gelar Gaktiblin pada 18 Agustus untuk tingkatkan disiplin dan profesionalisme...
Jenazah Anak 8 Tahun Ditemukan di Bawah Jembatan Sigagak
Jenazah Hidayah Sitanggang, anak 8 tahun yang hanyut di Bah Sosopan, ditemukan Rabu (19/8) di bawah jembatan...
UMSU Serahkan Smart Vineyard IoT dan Irigasi Surya di Deliserdang
UMSU serahkan Smart Vineyard berbasis IoT dan irigasi tetes tenaga surya kepada petani anggur di Deliserdang...
Polrestabes Medan Tangkap 3 Pelaku Jual Narkoba di Kafe
Polrestabes Medan menangkap tiga pelaku penjualan narkoba di kafe Jalan Darusalam, menyita dua bungkus vape...
Korpri Dambaan FC Juara Turnamen KSMI, Bupati Sergai Sambut
Korpri Dambaan FC Sergai menjuarai Turnamen Mini Soccer KSMI Piala Gubernur Sumut; trofi diserahkan Bupati D...