Lokal

Wisatawan 66 Tahun Tenggelam di Pantai Poro-Poro Danau Toba

Bagikan:
Tim Basarnas mencari korban tenggelam di Pantai Poro-Poro Danau Toba

SIMALUNGUN — Seorang wisatawan berusia 66 tahun ditemukan tewas tenggelam di Pantai Poro-Poro Danau Toba Salbe, Nagori Togu Domu Nauli, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Minggu (1/11/2026). Korban, MN, yang merupakan pensiunan karyawan swasta, dilaporkan meloncat dari kapal saat rombongan sedang kembali dari Goa Babaliang.

Kronologi kejadian

MN datang bersama sekitar 40 anggota jemaat HKBP Purba Sari, Pematangsiantar. Rombongan tiba di Pantai Salbe untuk beribadah dan wisata, menggunakan empat angkot dan satu mobil pribadi.

Saksi menyebut rombongan menaiki kapal kayu menuju Goa Babaliang. Dalam perjalanan pulang, sekitar 15 meter dari garis pantai Poro-Poro, MN melompat dari kapal sambil meminta putrinya berinisial PRN (25) merekamnya.

Istri korban, M br P (65), sempat melarang karena faktor usia. Namun korban tetap melompat dan terlihat kewalahan saat berenang sebelum tenggelam.

Upaya pertolongan di lokasi

Dua warga setempat, Ramlan Simarmata (39) dan Chyo Turnip (22), segera mendatangi korban dengan banana boat dan melemparkan tali. Saksi sempat menyelam, tetapi air gelap membuat korban tidak terlihat lagi.

Tim pengelola pantai mendatangkan dua penyelam dari Samosir untuk membantu pencarian. Dengan kamera bawah air, posisi korban terlihat pada kedalaman sekitar 20 meter, namun penyelam awal tidak memiliki peralatan yang memadai untuk evakuasi.

Beberapa penyelam lain yang dihubungi hanya mampu menyelam sampai kedalaman lima meter, sehingga upaya lanjutan diperlukan.

Evakuasi oleh Basarnas

Kapolsek Dolok Pardamean, AKP Restuadi, berkoordinasi dengan BPBD setempat dan meminta bantuan Basarnas Danau Toba. Enam personel Basarnas tiba sekitar pukul 16.30 WIB dengan Koordinator SAR Danau Toba, Erikson Gultom.

Setelah menerima keterangan titik tenggelam, tim menyelam dan pada pukul 17.35 WIB korban berhasil ditemukan dan diangkat dari dasar danau.

Penanganan jenazah dan proses selanjutnya

Jenazah diserahkan kepada keluarga di lokasi, disaksikan Kapolsek, Babinsa Koramil 15/SPA, dan Sekdes Nagori Togu Domu Nauli. Selanjutnya jenazah dibawa dengan ambulans ke Puskesmas Dolok Pardamean untuk visum luar oleh paramedis.

Keluarga menandatangani surat pernyataan menolak autopsi, dan jenazah diberangkatkan ke rumah duka di Tapian Dolok sekitar pukul 19.00 WIB.

Imbauan keselamatan

"Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran. Jangan melompat atau berenang di perairan dalam tanpa pelampung dan pengawasan, apalagi bagi lansia, anak-anak, atau yang tidak mahir berenang. Danau Toba sangat dalam, arusnya sulit diprediksi, dan kondisi cepat gelap di bawah permukaan," ujar AKP Restuadi.

"Jika terjadi kecelakaan air atau keadaan darurat, segera hubungi Polsek Dolok Pardamean atau Call Center Polri 110 yang bebas pulsa. Semakin cepat laporan, semakin besar peluang keselamatan," tegasnya.

AKP Restuadi menegaskan pihak kepolisian akan terus siaga dan bersinergi dengan TNI, BPBD, Basarnas, dan pemerintah nagori. Ia juga meminta pengelola objek wisata menyediakan pelampung, tali penyelamat, serta petugas jaga, dan memastikan kapal wisata memenuhi standar keselamatan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait