Lokal

Warga GERMALAK Panen TBS di Area Plasma PT ESI, Polisi Mediasi

Bagikan:
Massa GERMALAK melakukan panen TBS di lahan plasma PT ESI dengan pengawalan polisi

SIMALUNGUN, Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Gunung Malela (GERMALAK) melakukan aksi panen Tandan Buah Segar (TBS) di areal plasma PT Eastern Sumatera Indonesia (PT ESI) pada Senin, 2 November 2026 sekitar pukul 09.00 WIB. Aksi ini memicu konfrontasi singkat dengan petugas keamanan perusahaan hingga kepolisian turun tangan untuk memediasi.

Kronologi aksi

Massa berjalan memasuki areal perusahaan untuk memanen TBS. Saat memasuki kawasan, mereka dihadang oleh petugas keamanan PT ESI. Terjadi perdebatan tegang antara warga dan petugas yang sempat memanas.

Personel kepolisian Polres Simalungun hadir di lokasi dan berhasil menenangkan situasi. Petugas mengamankan jalannya dialog agar aksi tidak bereskalasi.

Mediasi polisi dan hasil pertemuan

Kapolres Simalungun AKBP Hendrik Nupia Dinka Barus turun langsung dan melakukan pendekatan humanis. Ia mengajak seluruh pihak duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan secara damai.

Pihak perusahaan diwakili Manager Produksi B. Ginting. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa tuntutan warga akan dibahas lebih lanjut dan dicari solusinya dalam waktu 14 hari.

Ancaman aksi lanjutan

Ketua GERMALAK, Thaleb, menyatakan komitmen kepada anggotanya terkait hasil mediasi. Ia memberi batas waktu kepada perusahaan dan aparat untuk menyelesaikan tuntutan.

Jika dalam 14 hari yang ditentukan tidak ada penjelasan dan solusi, kita akan menurunkan ribuan massa lagi ke lokasi tersebut

Pernyataan itu menegaskan potensi peningkatan massa bila kesepakatan tidak diikuti tindakan nyata.

Pasca aksi dan potensi dampak

Usai pertemuan, massa meninggalkan area. Kondisi areal plasma PT ESI dilaporkan aman dan kondusif di bawah pengawalan Polres Simalungun. Kepolisian menyatakan akan memantau perkembangan dan memastikan proses mediasi berjalan sesuai tenggat.

Kesepakatan 14 hari menjadi titik fokus berikutnya. Jika tuntutan warga tidak mendapat jawaban, konflik bisa kembali meningkat dan berdampak pada stabilitas lokal serta operasional perusahaan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait