Wamendag Pacu Ekspor Mamin di SIAL Shanghai 2026
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mendorong peningkatan ekspor produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia melalui partisipasi di SIAL Shanghai 2026. Pernyataan itu disampaikan pada 18 Mei 2026 di Shanghai, Tiongkok, saat membuka Paviliun Indonesia yang menampilkan 17 perusahaan nasional.
Dorong ekspor dan peluang kerjasama
Wamendag menilai SIAL Shanghai bukan sekadar pameran. Ia memandang acara ini sebagai platform untuk memperluas jaringan dan menjajaki kerja sama dagang baru bagi industri mamin Indonesia.
"SIAL Shanghai bukan sekadar pameran. Tetapi juga jembatan inovasi dan platform kolaborasi bagi industri mamin dunia,"
Menurut Roro, partisipasi Indonesia membuka kesempatan penetrasi produk olahan ke pasar Tiongkok dan pasar internasional lainnya.
Skala industri dan capaian ekspor
Industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor manufaktur terbesar di Indonesia. Nilai ekspor makanan olahan tercatat mencapai USD 6,25 miliar pada 2025.
Roro menambahkan bahwa tercatat 2.840 entitas usaha Indonesia telah terdaftar pada sistem pengawasan impor Tiongkok, General Administration of Customs of China (GACC). Angka ini dinilai menunjukkan peningkatan kepatuhan terhadap standar internasional.
Standar keamanan pangan dan persyaratan GACC
Wamendag menekankan pentingnya pemenuhan standar keamanan pangan untuk memasuki pasar Tiongkok. Ia menjelaskan bahwa GACC mengatur registrasi produsen, sertifikasi keamanan produk, pelabelan, dan sistem ketertelusuran.
"Tiongkok menerapkan sistem pengawasan impor pangan yang sangat komprehensif melalui General Administration of Customs of China (GACC). GACC mengatur berbagai aspek, mulai dari registrasi produsen, sertifikasi keamanan produk, hingga pelabelan dan sistem ketertelusuran produk,"
Roro menyebut kepatuhan terhadap standar internasional sebagai faktor kunci dalam memperkuat daya saing ekspor Indonesia.
Paviliun Indonesia dan produk yang dipamerkan
Paviliun Indonesia menampilkan 17 perusahaan yang membawa beragam produk mamin. Produk unggulan yang dipamerkan meliputi:
- Kopi
- Rempah-rempah
- Gula aren
- Kakao olahan
- Produk turunan kelapa
- Keripik pisang, abon ikan, dan sambal ikan
Dalam rangkaian pameran tersebut tercatat lima kesepakatan bisnis dengan nilai transaksi mencapai USD 3,55 juta.
Dampak bagi pelaku usaha
Pelaku usaha Indonesia yang hadir melaporkan manfaat langsung, seperti terbukanya akses pasar ekspor dan pertemuan dengan calon mitra dagang. Marketing ekspor CV Cahaya Kencana, Dian Ika, menyatakan antusiasme pengunjung Tiongkok terhadap produk Indonesia.
"Pengunjung asal Tiongkok menunjukkan antusiasme terhadap produk Indonesia, termasuk kerupuk. Produk tersebut sesuai dengan pasar Tiongkok," kata Dian Ika.
Partisipasi di SIAL Shanghai 2026 diharapkan memperkuat jejak produk mamin Indonesia di pasar global dan mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas, sertifikasi, serta kapabilitas ekspor.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Produk Indonesia Dilirik Buyer Spanyol, Potensi Transaksi USD2,31 Juta
Atase Perdagangan RI di Madrid catat potensi transaksi USD2,31 juta dari business matching; buyer Spanyol mi...
ISF 2026 Perkuat Kolaborasi Global untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
ISF 2026 digelar 6-7 Oktober di Jakarta untuk memperkuat kolaborasi global dalam pembiayaan, teknologi, dan...
Konsistensi Pasokan Ayam Kunci Kelancaran Operasional Bisnis Kuliner
Konsistensi pasokan ayam — ukuran, potongan, kualitas, dan jadwal pengiriman — menjadi penentu efisiensi dan...
Geo Dipa: Potensi Panas Bumi Indonesia Baru 11% Tergarap
Geo Dipa: potensi panas bumi 24 GW, namun baru 11% (2,7 GW) tergarap; hambatan utama biaya tinggi, waktu pem...
BI: KLM Perkuat Pembiayaan Perumahan, Rp118 T Tersalurkan
BI menyatakan KLM mendukung pembiayaan perumahan; realisasi 1,32% setara Rp118 triliun disalurkan ke 111 ban...
DPR Soroti Usulan HIPMI Naikkan Plafon KUR Jadi Rp2 Miliar
DPR menyoroti usulan HIPMI naikkan plafon KUR menjadi Rp2 miliar untuk memperluas pembiayaan UMKM kelas mene...