Menbud Fadli Zon Usulkan 100 Tokoh Terima Tanda Jasa 10 November
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengusulkan sekitar 100 tokoh untuk menerima tanda jasa dan tanda kehormatan, yang daftar namanya diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, pada 1 September 2026. Pengumuman biasanya bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, 10 November.
Daftar usulan dan pertemuan dengan Presiden
Fadli menyatakan daftar itu diserahkan saat ia bertemu Presiden sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Pertemuan berlangsung pada 1 September dan konfirmasi lain disampaikan Fadli di Senayan, 2 September 2026.
"Cukup banyak ya, cukup banyak, lebih dari seratusan,"
Menurut Fadli, nama-nama itu berasal dari kementerian, lembaga, serta masukan masyarakat dan budayawan.
Siapa yang diusulkan
Calon penerima datang dari berbagai latar belakang. Mereka meliputi tokoh masyarakat, seniman, budayawan, dan profesional di bidang medis serta bidang lain yang dinilai berjasa bagi negara.
"Bukan pahlawan nasional. Tapi ini untuk tanda jasa, tanda kehormatan dari berbagai bidang,"
Fadli menegaskan penghargaan yang diusulkan bukan kategori gelar pahlawan nasional, melainkan penghormatan resmi untuk jasa di berbagai bidang.
Peran Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan
Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan adalah lembaga nonstruktural yang memberi pertimbangan kepada Presiden. Dewan dipimpin oleh ketua yang merangkap anggota, dan saat ini dijabat oleh Menteri Kebudayaan.
Anggota dewan berasal dari tokoh masyarakat, akademisi, unsur militer, serta Sekretaris Militer Presiden yang bertindak sebagai Sekretaris Dewan secara ex officio. Dewan menelaah dan memberi rekomendasi sebelum daftar diserahkan kepada Presiden.
Proses pengusulan pahlawan nasional dan tanda jasa
Pengusulan pahlawan nasional berjalan secara berjenjang dan bersifat bottom-up. Nama calon diteliti di tingkat daerah sebelum diajukan ke pusat.
- Usulan awal diajukan di tingkat kabupaten/kota.
- Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) meneliti berkas.
- Setelah itu, berkas diteruskan ke Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di bawah Kementerian Sosial.
- Hasil kajian TP2GP diserahkan ke Dewan Gelar untuk pertimbangan akhir sebelum ke Presiden.
Fadli mengatakan nama-nama yang kini diusulkan telah melalui penelitian di tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan Kementerian Sosial. Setelah melalui proses dewan, keputusan akhir ada di tangan Presiden.
Langkah selanjutnya
Daftar yang telah diserahkan akan dikaji lebih lanjut oleh Dewan sebelum calon ditetapkan. Jika disetujui Presiden, pengumuman biasanya dimuat bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan pada 10 November.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...