Kemensos Dalami Data Penerima Bansos Terindikasi Judi Online
Kementerian Sosial sedang mendalami data penerima bantuan sosial (bansos) yang terindikasi terkait aktivitas judi online, termasuk sejumlah lansia di Pekalongan. Langkah ini dilakukan agar warga yang memenuhi syarat tidak kehilangan haknya akibat penyalahgunaan identitas oleh pihak lain.
Pendalaman data dan penyebab indikasi
Mensos Saifullah Yusuf mengatakan ada temuan KTP penerima bansos dimanfaatkan pihak lain untuk aktivitas yang beragam. Penggunaan tersebut meliputi pembuatan akun, pembelian aset, hingga transaksi yang teridentifikasi berkaitan dengan judi online.
“Sekarang kita dalami itu, ada fenomena KTP-KTP menerima bansos dimanfaatkan dan digunakan orang lain untuk membuat akun. Untuk membeli motor atau untuk membeli aset-aset yang lain termasuk untuk langganan listrik,” ujar Mensos di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu 2 September 2026.
Menurut Mensos, pendalaman bertujuan memastikan bahwa penerima yang sebenarnya berhak tidak kehilangan bantuan karena identitasnya disalahgunakan oleh orang lain.
Ancaman penyalahgunaan identitas pada keluarga miskin
Saifullah Yusuf, yang juga disapa Gus Ipul, menuturkan penyalahgunaan identitas berpotensi membuat keluarga prasejahtera terindikasi tidak memenuhi kriteria penerima bansos. Ia menambahkan aktivitas judi online bisa dilakukan anggota keluarga lain, termasuk anak penerima bansos.
“Ada misalnya keluarga yang tidak mampu, tertolak (bansos) karena KTP-nya dimanfaatkan oleh orang lain. Kedua ada juga fenomena yang main judol itu bukan orang tuanya, tapi anaknya atau keluarganya,” katanya.
Contoh kasus: Dayat dan Darmi di Pekalongan
Satu contoh yang diungkap adalah pasangan lansia Dayat dan Darmi di Kabupaten Pekalongan. Keduanya tercatat dalam desil 1 DTSEN dan mengaku tidak memiliki telepon seluler, namun bantuan mereka dihentikan setelah data terindikasi terkait judi online.
Sebelumnya, Dayat dan Darmi termasuk Keluarga Penerima Manfaat yang menerima bantuan Rp600 ribu setiap tiga bulan. Bantuan tersebut terhenti sejak awal 2026 meski kondisi ekonomi keduanya masih tergolong kurang mampu.
Langkah perbaikan dan jaminan penyaluran
Kemensos menyatakan akan memperbaiki dan mendalami data untuk memastikan kondisi riil penerima bansos. Pemerintah menegaskan akan tetap menyalurkan bantuan kepada mereka yang setelah verifikasi terbukti memenuhi kriteria.
“Tentu jika memenuhi kriteria, bansosnya akan tetap kita salurkan,” tegas Mensos.
Proses pendalaman ini penting untuk mencegah kelompok rentan kehilangan bantuan karena tindakan pihak lain. Ke depan, Kemensos akan melanjutkan verifikasi dan perbaikan data untuk menjaga akurasi penyaluran bansos.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...