KPAI Luncurkan SIMEP PA Generasi 3 untuk Perkuat Perlindungan Anak
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meluncurkan SIMEP PA Generasi 3 pada Rabu, 2 September 2026, di Jakarta. Sistem ini dirancang untuk merekam dan memantau pelaksanaan layanan perlindungan anak oleh pemerintah pusat dan daerah, dengan tujuan meningkatkan efektivitas perlindungan dan pencegahan kekerasan terhadap anak.
Sistem baru: cakupan dan fungsi
SIMEP PA Generasi 3 memuat modul pemantauan yang mencakup hak sipil, kesehatan, pengasuhan, dan perlindungan hukum. Sistem ini mengumpulkan data pelaksanaan layanan di tingkat pusat dan daerah, sehingga diharapkan memudahkan pengawasan dan evaluasi kebijakan.
Ketua KPAI Aris Adi Leksono menjelaskan bahwa sistem akan menjadi instrumen utama pengawasan dan pemantauan. Ia menekankan pentingnya pemenuhan hak dasar sekaligus hak perlindungan anak.
"Pemantauan mencakup pemenuhan hak dasar maupun hak perlindungan anak," kata Aris.
Data kasus dan peran Kementerian
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menyampaikan data penanganan kasus. Pada 2025, kementeriannya tercatat menangani 35.920 kasus, angka yang menurutnya meningkat seiring keberanian korban untuk melapor.
"Angkanya sangat tinggi karena mereka yang menjadi korban berani berbicara dan berani melaporkan," ujar Arifah.
Arifah menambahkan beberapa laporan menyingkap kasus kekerasan yang terjadi bertahun-tahun lalu, bahkan ada korban yang baru berani melapor hingga sepuluh tahun setelah kejadian. Karena itu, ia menggarisbawahi perlunya penanganan yang sistematis dan kolaboratif.
"Karena itu, perlindungan anak harus dilakukan secara sistematis dengan melibatkan berbagai pihak," ujarnya.
Dukungan pemerintah dan sinergi lintas sektor
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno hadir dan menyampaikan apresiasi atas upaya KPAI. Ia berharap SIMEP PA Generasi 3 dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penyediaan layanan perlindungan anak.
"Pemerintah terus menjalankan berbagai program untuk memenuhi kebutuhan dan hak anak dan menjamin akses pendidikan bagi anak - anak dari keluarga menengah ke bawah melalui sekolah rakyat," ucap Pratikno.
Dengan data yang lebih terintegrasi, pemerintah dapat merancang intervensi lebih tepat sasaran untuk mendukung tumbuh kembang anak di seluruh wilayah.
Implikasi dan langkah ke depan
Kehadiran SIMEP PA Generasi 3 diharapkan meningkatkan kualitas layanan perlindungan, mempermudah pencegahan kekerasan, serta memperkuat akuntabilitas lembaga terkait. KPAI dan kementerian terkait perlu memastikan pelatihan, standar pelaporan, dan interoperabilitas data untuk mencapai manfaat penuh sistem ini.
Langkah strategis ini menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan pencapaian target generasi emas dan memastikan setiap anak tumbuh dan berkembang secara optimal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...