Mensos Ajak Warga Koreksi Data Bansos untuk Perbaikan DTSEN
Mensos Saifullah Yusuf mengajak masyarakat aktif mengoreksi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN) agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. Pernyataan itu disampaikan di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu, 2 September 2026, seiring upaya pemutakhiran data melalui sinkronisasi, validasi, dan verifikasi.
Pemutakhiran DTSEN dan sumber data baru
Gus Ipul mengatakan pemerintah terus memperbarui DTSEN karena data masih dalam tahap konsolidasi. Proses pemutakhiran melibatkan berbagai instansi untuk memastikan penerima bansos sesuai kondisi nyata.
Menurutnya, ada tambahan data dari BKKBN yang kini diproses oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Selain itu, hasil sensus sosial ekonomi terbaru juga akan dimasukkan untuk menyempurnakan DTSEN.
"Yang jelas, pertama saya ingin sampaikan bahwa pemerintah terbuka sesuai arahan dari Bapak Presiden Prabowo. Untuk kita semua sama-sama menghadirkan data yang lebih akurat,"
Cara masyarakat mengoreksi data
Masyarakat yang menemukan data penerima bansos tidak sesuai diminta melaporkan perbaikan melalui beberapa kanal resmi. Pelaporan bertujuan agar perubahan dapat diverifikasi dan masuk ke pemutakhiran DTSEN.
- WhatsApp Center: 08877-171-171
- Command Center: 171
- Aplikasi: Cek Bansos
Mekanisme berjenjang melalui pemerintah desa
Selain jalur partisipatif, koreksi juga dapat disampaikan melalui pemerintah daerah, khususnya pemerintah desa. Di tingkat desa, operator data memakai aplikasi SIKS-NG untuk meneruskan pembaruan secara berjenjang.
Data dari desa selanjutnya diteruskan ke dinas sosial kabupaten/kota, pemerintah provinsi, hingga Kemensos. Setelah itu, BPS memproses data tersebut dalam pemutakhiran DTSEN.
"Ini adalah mekanisme harian yang bisa digunakan oleh kita semua. Baik jalur formal maupun jalur partisipasi,"
Dialog pakar dan jadwal pemutakhiran
Kemensos dan BPS membuka ruang dialog dengan para pakar untuk membahas metode penyusunan DTSEN dan dasar penentuan desil. Tujuannya agar proses penetapan data dapat dipahami dan disempurnakan.
Mensos menjelaskan jadwal pemutakhiran disesuaikan jenis program bantuan sosial. Contohnya, penerima PBI JKN diperbarui setiap bulan, sedangkan PKH dan bantuan Sembako diperbarui setiap tiga bulan.
"Pemerintah khususnya BPS dan Kemensos membuka diri untuk berdiskusi dan berdialog dengan para pakar secara terbuka. Sehingga semua pihak semakin paham apa yang menjadi dasar dari BPS untuk menentukan desil,"
Catatan tentang Program Indonesia Pintar
Terkait Program Indonesia Pintar (PIP), Mensos menegaskan penentuan penerima merupakan kewenangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Karena itu, konfirmasi data penerima PIP harus dilakukan langsung ke kementerian terkait.
Dengan mekanisme pelaporan yang terbuka dan berjenjang, pemerintah berharap kesalahan data dapat segera dikoreksi sehingga penyaluran bansos lebih tepat sasaran.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wamendag Cek Harga MINYAKITA di Pasar Nusukan, Sesuai HET
Wamendag Dyah Roro cek MINYAKITA di Pasar Nusukan, Surakarta (5 Sept 2026); harga Rp15.700/liter, sesuai HET...
Kemenko Pangan Uji Model Kedelai di Cariu, Target 100 Ha 2027
Kemenko Pangan uji pilot kedelai di Cariu, Bogor (25 ha) dengan target 100 ha pada 2027 untuk kurangi keterg...
Alumni Connect PPI Dunia Perkuat Jejaring Lewat Sarasehan
Alumni Connect PPI Dunia gelar sarasehan di Jakarta (5 Sep 2026) untuk memperkuat jejaring alumni luar neger...
Bapanas Pastikan Bantuan Pangan Beras Tepat Sasaran
Bapanas pastikan bantuan pangan beras tepat sasaran menggunakan DTSEN, koordinasi dengan Kemensos, dan penya...
Kemenhut-BMKG Intensifkan OMC untuk Atasi Karhutla di Kalbar, Kalteng, Jatim
Kemenhut dan BMKG intensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada awal September 2026 untuk memadamkan karhu...
Alumni Connect PPI Dunia Jadi Ruang Berbagi dan Kolaborasi
Alumni Connect PPI Dunia di Jakarta mendorong alumni berbagi pengalaman dan berkolaborasi untuk memperluas d...