Bea Cukai Jakarta Optimalkan PLB untuk Tekan Dwelling Time
Bea Cukai Jakarta mendorong optimalisasi Pusat Logistik Berikat (PLB) untuk memperlancar arus barang dari pelabuhan, menekan dwelling time, dan menurunkan biaya logistik. Pernyataan ini disampaikan Kepala Kanwil Bea Cukai Jakarta, Hendri Darnadi, saat meninjau PT Sarana Gemilang di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Kunjungan dan temuan lapangan
Kunjungan dilakukan untuk memastikan fasilitas PLB yang diberikan benar-benar dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Hendri menyatakan kunjungan juga bertujuan menggali persoalan operasional agar ada solusi yang tepat. Dari hasil pemantauan, perusahaan yang menerima fasilitas PLB sejak 2017 tidak menghadapi kendala berat hingga 2026.
Kami memastikan bahwa fasilitas yang diberikan oleh Bea Cukai itu benar-benar bermanfaat, mampu untuk mendukung pertumbuhan atau perkembangan ekonomi, mampu meningkatkan kegiatan usaha
Peran PLB dalam menekan dwelling time
Hendri menjelaskan bahwa PLB berfungsi sebagai penyangga pelabuhan. Barang yang masuk tidak harus tertahan lama di area dermaga karena bisa dipindahkan ke PLB untuk penampungan sementara sebelum dilanjutkan prosesnya. Langkah ini membantu menurunkan tingkat keterisian kawasan pelabuhan.
Keberadaan PLB ini sebagai bagian mereduksi dwelling time, mereduksi apa yang disebut dengan logistic cost. Sehingga, tidak ada lagi tertimbun-tertimbun, paling tidak kita mampu mengurai benang-benang kusut yang ada di pelabuhan, kemudian diarahkan ke bonded
Dukungan Bea Cukai kepada pelaku usaha
Bea Cukai berkomitmen membuka ruang asistensi dan terus memberikan dukungan operasional bagi perusahaan penerima fasilitas PLB. Hendri menegaskan dukungan tersebut bertujuan mendorong pertumbuhan industri dan perekonomian regional.
Peran Bea Cukai itu tidak hanya trade facilitator, tapi memberikan fasilitas kepada perusahaan, sehingga perusahaan itu menumbuhkembangkan industri dan menumbuhkembangkan ekonomi
Alhamdulillah, ternyata dari tahun 2017 sampai 2026, perusahaan ini belum mempunyai kendala atau problem yang berat
Batasan fungsi PLB terhadap kemacetan
Meski efektif mereduksi occupancy rate di pelabuhan, Hendri menegaskan PLB bukan solusi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas sekitar pelabuhan. Peran PLB lebih kepada pengurangan antrean dan beban penumpukan barang di area pelabuhan, bukan pengaturan lalu lintas jalan raya.
Yang kita bisa urai itu adalah occupancy rate yang ada di pelabuhan, karena mereka akan bisa keluar lebih cepat dan ada penampung. Sehingga tidak ada antrean yang seperti dwelling time. Kemacetan di lalu lintasnya itu di luar domain Bea Cukai
Implikasi dan langkah ke depan
Upaya optimalisasi PLB dinilai memberi dampak positif pada efisiensi logistik nasional. Selain mengurangi biaya, strategi ini diharapkan mempercepat proses distribusi barang dan memperkecil risiko penumpukan di pelabuhan. Ke depan, Bea Cukai akan melanjutkan asistensi dan pemantauan agar fasilitas PLB semakin efektif mendukung rantai pasok.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...