Kementerian PKP Siapkan 500 Hunian Tetap untuk Korban Gempa NTT
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan 500 hunian tetap dan dana renovasi sebesar Rp5 miliar untuk masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengumuman itu disampaikan Menteri PKP Maruarar Sirait di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 2 September 2026. Penanganan dilakukan bersama sektor swasta melalui semangat gotong royong agar warga tidak lama berada di pengungsian.
Rincian bantuan dan mekanisme pendanaan
Pembangunan 500 rumah akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan perusahaan swasta dan sumber non-APBN, termasuk program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Selain rumah baru, pemerintah menyediakan dana untuk memperbaiki rumah yang rusak agar lebih cepat dihuni kembali.
“Kami sudah siapkan di NTT, 500 rumah hunian tetap. Dan juga dana 5 miliar rupiah untuk membantu teman-teman NTT,”
Kementerian menegaskan bahwa pendekatan ini mengombinasikan dana pemerintah dengan kontribusi pihak swasta untuk mempercepat pemulihan perumahan pascabencana.
Koordinasi lokasi dan peran pemerintah daerah
Maruarar mengatakan pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Gubernur NTT dan Kementerian Dalam Negeri. Penetapan lokasi lahan menjadi kewenangan daerah, sehingga penentuan titik pembangunan hunian tetap harus disepakati pemerintah daerah terlebih dahulu.
“Saya sudah bicarakan dengan Gubernur, Medagri, melalui telepon dan Zoom, supaya bisa segera ditentukan titiknya. Titik lahan itu adalah kewenangan daerah, kalau memang sudah tentu, teman-teman swasta sudah siap membangun,”
Dengan penentuan lokasi yang cepat, pelaksanaan pembangunan diperkirakan bisa dimulai lebih cepat dan terkoordinasi.
Pemulihan infrastruktur jalan
Sekretaris Jenderal atau Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan kondisi jalan nasional di NTT umumnya telah membaik. Pemerintah kini mengalihkan fokus perbaikan ke jalan provinsi dan kabupaten yang menjadi konektor antarkabupaten.
Beberapa ruas jalan diprioritaskan karena berpotensi menjadi jalur alternatif bagi masyarakat. Perbaikan ini penting untuk mendukung distribusi bantuan dan akses mobilitas warga pascabencana.
- Perbaikan fokus ke jalan provinsi dan kabupaten
- Prioritas pada ruas penghubung antarkabupaten
- Tujuan: mempercepat akses logistik dan mobilitas warga
Penanganan hunian dan infrastruktur di NTT menunjukkan langkah terpadu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Ke depan, penentuan lahan dan alokasi sumber daya menjadi faktor krusial agar hunian tetap dapat segera ditempati oleh korban gempa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wamendiktisaintek: Perguruan Tinggi Diminta Perkuat Riset Berdampak
Wamendiktisaintek Fauzan minta perguruan tinggi perkuat riset berdampak untuk tingkatkan nilai ekonomi dan d...
KUR Perumahan Naik Jadi Rp50 Triliun, Serapan Capai Rp26,4T
Pemerintah menaikkan plafon KUR Perumahan dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun setelah penyerapan mencapai...
BNPB: OMC Gagal Turunkan Hujan, Karhutla Kalbar Terkendala Bibit Awan
BNPB: OMC di Kalbar gagal turunkan hujan karena minim bibit awan; 31 titik api dan 4 helikopter water bombin...
TNI Kerahkan 442 Personel Tim Alfa untuk Tangani Karhutla
TNI mengerahkan 442 personel Tim Alfa pada 2 Sept 2026 untuk memperkuat deteksi dan pemadaman karhutla, deng...
ASDP Perketat Sterilisasi Pelabuhan Merak, Akses Orang dan Kendaraan Dibatasi
ASDP membatasi akses orang dan kendaraan di Pelabuhan Merak per 2 Sept 2026 untuk meningkatkan keselamatan,...
Wamen: Bonus Demografi RI Buka Peluang Besar bagi Pekerja Migran
Wamen Christina sebut bonus demografi RI jadi peluang untuk pekerja migran mengisi kekurangan tenaga kerja a...