Nasional

Wamen: Bonus Demografi RI Buka Peluang Besar bagi Pekerja Migran

Bagikan:
Ilustrasi pekerja migran dan peluang kerja internasional dari Indonesia

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, menyatakan bonus demografi Indonesia menjadi peluang untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Rabu 2 September 2026, menyusul fenomena aging population yang menekan pasokan tenaga kerja produktif di sejumlah negara.

Aging population dan kekurangan tenaga kerja

Christina menjelaskan banyak negara mengalami penurunan angka kelahiran sehingga jumlah tenaga kerja produktif menyusut. Ia mencontohkan Korea Selatan dengan total fertility rate sekitar 0,8, padahal angka kelahiran ideal untuk menjaga stabilitas populasi berkisar pada 2,1.

Fenomena aging population ini tentunya menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengisi potensi-potensi peluang-peluang kerja di luar negeri karena kebutuhan tenaga kerja yang tidak sanggup disuplai oleh negara itu sendiri.

Negara tujuan dan sektor yang dibuka

Menurut Christina, negara-negara Eropa Timur seperti Bulgaria dan Slovakia juga mengalami defisit tenaga kerja. Banyak warga usia produktif di sana memilih bekerja di negara-negara Eropa Barat, sehingga pasar tenaga kerja lokal kekurangan pekerja.

Permintaan itu membuka ruang bagi pekerja migran Indonesia di berbagai sektor. Christina menyebut beberapa sektor yang berpeluang:

  • Kesehatan
  • Manufaktur
  • Hospitality
  • Kelistrikan
  • Jasa perkapalan

Jumlah lowongan dan program pelatihan

Data Kementerian P2MI per 30 Agustus 2026 menunjukkan terdapat 289.938 lowongan kerja luar negeri yang telah terverifikasi. Lowongan ini tersebar di berbagai negara dan sektor, mencerminkan permintaan tenaga kerja yang signifikan.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Kementerian P2MI menyiapkan program SMK Go Global. Program ini bertujuan membekali calon pekerja migran dengan kompetensi dan sertifikasi yang sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

Banyak sekali negara-negara di luar negeri mengalami fenomena aging population.

Implikasi dan langkah ke depan

Imbasnya, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi penting. Pelatihan vokasi, sertifikasi internasional, dan penyesuaian kurikulum menjadi langkah strategis untuk menjawab permintaan pasar kerja global.

Jika dijalankan konsisten, pemanfaatan bonus demografi dapat meningkatkan penempatan pekerja migran yang terampil dan mengurangi pengangguran domestik, sembari memenuhi kebutuhan tenaga kerja di negara-negara mitra.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait