Kemensos Salurkan Rp514 Juta untuk 3.200 Warga Korban Kebakaran DOK V
Kementerian Sosial menyalurkan bantuan senilai Rp514.052.812 kepada 3.200 warga terdampak kebakaran di DOK V, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara. Bantuan diberangkatkan dari Gudang BBPPKS Jayapura pada Selasa, 1 September 2026, untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi pascabencana.
Rincian bantuan yang disalurkan
Bantuan dikirim oleh Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) dan mencakup paket pangan, perlengkapan keluarga, serta tenda dan kasur.
- 1.000 paket makanan siap saji
- 1.200 paket makanan anak
- 200 paket family kit
- 208 paket kidsware
- 200 paket sandang bayi
- 300 lembar kasur
- 1 tenda serbaguna dan 50 tenda gulung
Pernyataan resmi
"Merespons musibah kebakaran di kawasan DOK V, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Kemensos mendistribusikan sejumlah bantuan bagi warga terdampak. Kami akan terus melakukan asesmen dan pendataan di lapangan,"
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta pada Selasa, 1 September 2026.
Evakuasi dan penanganan korban
Evakuasi dilakukan secara terpadu bersama BPBD Kota Jayapura, Forkopimda, pemerintah setempat, serta relawan. Saat ini pengungsi menempati tenda-tenda yang didirikan di Lingkungan DOK V Bawah.
Tagana bersama Dinas Sosial Papua masih melakukan asesmen kebutuhan dan membantu mendirikan tenda pengungsian bersama BPBD Kota Jayapura.
Kronologi kebakaran dan dampak
Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIT pada Senin, 31 Agustus 2026, di permukiman padat DOK V. Api diduga bermula dari ledakan di salah satu rumah, lalu menjalar ke permukiman sekitarnya karena kondisi padat dan angin kencang.
Kebakaran menghanguskan sekitar 600 unit rumah dan menyebabkan sekitar 560 keluarga mengungsi. Data korban jiwa dan luka masih dalam proses konfirmasi dan pendataan petugas di lapangan.
Tindak lanjut dan prospek bantuan
Kemensos menyatakan akan terus melakukan pendataan dan asesmen untuk menentukan kebutuhan lanjutan warga terdampak. Distribusi bantuan pokok difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, dan tempat tinggal sementara selama masa pengungsian.
Koordinasi lintas instansi diharapkan mempercepat penanganan darurat dan pemulihan permukiman pascabencana.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BRIN Dorong Kawasan Industri Teknologi Tinggi Berbasis Ekosistem
BRIN mendorong kawasan industri teknologi tinggi yang membangun ekosistem riset hingga pasar, bukan hanya pe...
Mendag Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur lewat Campuspreneur
Mendag Budi Santoso luncurkan Campuspreneur untuk dorong mahasiswa jadi eksportir lewat pelatihan dan kerja...
BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Enam Provinsi
BNPB memperkuat operasi darat, patroli udara, water bombing, dan modifikasi cuaca untuk menekan karhutla di...
Wamen: Filipina Jadi Kompetitor Utama Pekerja Migran Indonesia
Wamen P2MI Christina Aryani menyebut Filipina pesaing utama pekerja migran Indonesia dan dorong peningkatan...
ESDM: Pengembangan PLTP Gunung Ungaran Dilakukan Bertahap
ESDM memastikan pengembangan PLTP Gunung Ungaran bertahap dengan kajian teknis, lingkungan, sosial, dan pele...
Djarum Foundation Dorong Konservasi Mangrove Lewat Living Laboratory
Djarum Foundation kembangkan Living Laboratory untuk konservasi mangrove di Denpasar, menekankan peran ekolo...