Djarum Foundation Dorong Konservasi Mangrove Lewat Living Laboratory
Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) memperkuat upaya konservasi mangrove melalui konsep Living Laboratory yang menggabungkan penelitian, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Pernyataan ini disampaikan usai kegiatan Penanaman Pohon Mangrove di Denpasar, Bali, Rabu, 2 September 2026. Tujuan program adalah melestarikan ekosistem mangrove sekaligus meningkatkan manfaat lingkungan dan sosial bagi warga pesisir.
Konsep Living Laboratory
Konsep Living Laboratory dibuat sebagai ruang praktik terbuka untuk memadukan kegiatan konservasi dengan riset dan pembelajaran. Program ini dirancang agar hasil penelitian langsung diterapkan di lapangan dan bermanfaat bagi komunitas lokal. BLDF menempatkan masyarakat pesisir sebagai mitra utama, bukan sekadar penerima bantuan.
Manfaat ekologis dan sosial
Mutiara Diah Asmara, Director of Communications Djarum Foundation, menekankan peran mangrove dalam mitigasi iklim dan ketahanan pangan masyarakat pesisir. BLDF menyebutkan bahwa ekosistem mangrove dapat menyimpan sekitar 3,1 miliar ton karbon, sebuah angka yang signifikan untuk upaya penurunan emisi gas rumah kaca.
Jumlah karbon tersebut setara dengan emisi gas rumah kaca dari penggunaan sekitar 2,5 miliar kendaraan bermotor selama setahun. Kondisi ini menunjukkan pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak perubahan iklim
Selain fungsi karbon, mangrove juga menjadi tumpuan hidup. Menurut BLDF, sekitar 120 juta masyarakat Indonesia menggantungkan sebagian aktivitas ekonomi dan perlindungan bencana pada ekosistem ini.
Sekitar 120 juta masyarakat Indonesia bergantung pada ekosistem mangrove yang tersebar di sepanjang kawasan pantai. Karena itu, keberadaan mangrove perlu dijaga untuk mendukung kehidupan masyarakat sekaligus kelestarian lingkungan pesisir
Dukungan terhadap program pemerintah
BLDF menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang memperkuat penanaman dan pelestarian mangrove sejak 2020. Dukungan ini meliputi kolaborasi di wilayah pesisir Jawa Tengah hingga Bali untuk memperluas area rehabilitasi dan meningkatkan kapasitas masyarakat.
Kami mendukung pemerintah membangun dan menjaga ekosistem mangrove secara bersama-sama di pesisir Jawa Tengah hingga Bali. Langkah ini menjadi bagian komitmen bersama untuk memperkuat pelestarian lingkungan dan keberlanjutan kawasan pesisir
Keanekaragaman hayati dan langkah ke depan
Mutiara juga menyoroti aspek keanekaragaman hayati yang terjaga karena mangrove, termasuk keberadaan spesies seperti elang Jawa di beberapa kawasan pesisir. Living Laboratory diharapkan menjadi pusat konservasi, penelitian, dan pendidikan yang mendukung restorasi habitat serta pemberdayaan ekonomi lokal.
Luar biasa keanekaragaman hayati kita, elang Jawa bisa ada di Bali. Melalui konsep Living Laboratory ini, kita akan mengembangkan laboratorium hidup yang terbuka dan bisa menjadi tempat konservasi, penelitian, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat
Ke depan, BLDF akan melanjutkan penanaman dan pengelolaan mangrove secara kolaboratif dengan pemerintah dan komunitas lokal. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan iklim, melindungi mata pencaharian masyarakat pesisir, dan menjaga keanekaragaman hayati kawasan pantai.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Tambah SPHP Jagung Pakan 150 Ribu Ton untuk Peternak UMKM
Pemerintah menambah 150.000 ton SPHP jagung pakan untuk peternak UMKM dan minta Bulog perpanjang penyaluran...
Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP untuk Jaga Harga
Pemerintah menambah alokasi beras SPHP medium 1 juta ton untuk menstabilkan harga di musim kemarau dan mempe...
Kodam Jaya Kerahkan 147 Water Tank untuk Bersihkan Debu Vulkanik
Kodam Jaya mengerahkan 147 water tank pada 8 Sept 2026 untuk membersihkan debu vulkanik di ruas jalan DKI Ja...
Operasional Bandara Soekarno-Hatta Belum Pulih Sepenuhnya
Operasional Bandara Soekarno-Hatta belum pulih 100% pascaabu Gunung Anak Krakatau; banyak penerbangan delay...
ISPA di Bandarlampung Meningkat Jadi 716 Kasus
Dinkes Bandarlampung melaporkan kasus ISPA naik dari 527 (4 Sept) menjadi 716 kasus (7 Sept 2026), masih did...
DPR Tekankan Kepentingan Nasional dalam Standar Sawit Berkelanjutan
DPR minta standar sawit berkelanjutan prioritaskan kepentingan nasional, daya saing, dan perlindungan petani...