Nasional

Djarum Foundation Tanam 5.000 Mangrove dan Bentuk Living Laboratory

Bagikan:

Djarum Foundation melalui Bakti Lingkungan Djarum Foundation menanam 5.000 bibit mangrove di Kawasan Pesisir Simba Segara, Denpasar, Rabu, 2 September 2026. Kegiatan ini bagian dari rangkaian penghijauan untuk pelestarian ekosistem pesisir dan dibarengi pembentukan living laboratory untuk riset mangrove.

Penanaman dan konteks kegiatan

Kegiatan penanaman yang dipimpin tim BLDF merupakan yang ketiga dalam rangka aksi serupa pada periode tahun ini. Total bibit yang tertanam dalam rangkaian ini mencapai 15.000 bibit sejak awal program. Lokasi dipilih untuk pemulihan vegetasi pesisir dan penguatan fungsi ekosistem lokal.

Secara pribadi saya bahagia karena ini adalah ketiga kalinya. Tahun 2020, 2024, dan hari ini kita menanam 5.000 bibit di Kawasan Pesisir Simba Segara

Living laboratory untuk penelitian

Selain penanaman, Djarum Foundation mendirikan konsep living laboratory mangrove di lokasi yang sama. Fasilitas ini difokuskan sebagai laboratorium hidup untuk kegiatan penelitian dan pengembangan metode konservasi mangrove.

Selain menanam 5.000 bibit, kami mendedikasikan lokasi penanaman sebagai living laboratory mangrove untuk penelitian dan riset. Laboratorium hidup ini diharapkan mendukung berbagai penelitian mengenai mangrove serta pengembangan upaya pelestarian ekosistem pesisir

Tingkat kelangsungan hidup dan target

Menurut pihak Djarum Foundation, penanaman mangrove memerlukan pemantauan jangka panjang. Saat ini tingkat keberlangsungan hidup bibit relatif rendah, sehingga perawatan berkelanjutan menjadi kunci.

  • Rata-rata keberlangsungan saat ini sekitar 30%.
  • Target keberlangsungan yang disasar program melalui pemantauan berkala mencapai 65%.

Penanaman mangrove merupakan proses jangka panjang karena tingkat keberlangsungan hidup bibitnya tidak terlalu tinggi, sekitar 30 persen. Karena itu, diperlukan pemantauan dan perawatan berkelanjutan agar bibit mangrove dapat tumbuh dan bertahan secara optimal

Signifikansi mangrove bagi lingkungan

Indonesia memiliki salah satu ekosistem mangrove terbesar di dunia. Data menyebut luas mencapai sekitar 3,45 juta hektare, atau sekitar 23 persen dari total mangrove global. Mangrove juga berperan besar dalam penyerapan karbon.

Mangrove mampu menyimpan karbon tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan tropis daratan. Karena itu, pelestarian mangrove penting untuk menjaga lingkungan sekaligus memperkuat upaya menghadapi perubahan iklim

Dengan kombinasi penanaman, pemantauan, dan riset di living laboratory, Djarum Foundation berharap meningkatkan keberhasilan restorasi mangrove dan mendukung strategi adaptasi perubahan iklim di kawasan pesisir.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait