Nasional

Wamen P2MI: 289.938 Lowongan Kerja Luar Negeri Belum Terisi

Bagikan:
Wakil Menteri P2MI Christina Aryani memaparkan data lowongan kerja luar negeri yang belum terisi

Wakil Menteri P2MI Christina Aryani menyatakan ada 289.938 lowongan kerja luar negeri terverifikasi yang belum terisi per 30 Agustus 2026. Data itu dipaparkan saat konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu, 2 September 2026. Pemerintah mendorong pengisian lowongan melalui jalur prosedural dan program peningkatan keterampilan.

Jumlah lowongan dan sektor

Angka 289.938 lowongan tersebar di berbagai sektor utama. Pemerintah mencatat kebutuhan tenaga kerja mulai dari layanan kesehatan hingga pekerjaan teknis.

  • Kesehatan
  • Manufaktur
  • Hospitality
  • Welder (pengelasan)
  • Konstruksi
  • ABK (anak buah kapal)
  • Kelistrikan dan pengelasan

"Per hari ini, per 30 Agustus, ada 289.938 lowongan yang terbagi dari berbagai sektor. Mau itu kesehatan, manufaktur, hospitality, welder, konstruksi, ABK, kelistrikan, pengelasan, dan lain-lain,"

Christina menyebut sebagian besar lowongan itu masih belum terisi oleh pekerja migran Indonesia. Kondisi ini membuka peluang kerja yang akan dihubungkan dengan program pendidikan vokasi.

Negara penempatan

Menurut data yang dipaparkan, sejumlah negara menjadi penempatan utama:

Negara Perkiraan Lowongan
Taiwan ~124.000
Malaysia ~27.000
Hong Kong ~21.000
Singapura ~15.000

Selain negara-negara tersebut, Christina juga menyebut peluang di beberapa negara Eropa Timur seperti Bulgaria dan Slovakia. Negara-negara itu menghadapi fenomena aging population sehingga membutuhkan tenaga kerja produktif.

Akses ke informasi dan prosedur

Untuk mengakses peluang kerja yang diverifikasi, pemerintah mempromosikan Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI).

"Kalau masyarakat ingin melihat peluang kerja di luar negeri, sebetulnya cara paling mudah adalah bikin account di SISKOP2MI ini. Lihatlah apa saja sih peluang kerja yang saat ini ada di luar negeri,"

Christina menekankan pentingnya jalur prosedural. Pendekatan resmi bertujuan memastikan perlindungan bagi pekerja dan mencegah penipuan serta perdagangan orang.

Peran SMK Go Global

Pemerintah memadukan peluang ini dengan program SMK Go Global untuk meningkatkan keterampilan dan sertifikasi calon pekerja. Langkah ini ditujukan agar tenaga kerja Indonesia memenuhi kebutuhan kompetensi di pasar internasional.

Peluang besar ini memerlukan tindakan terukur: pendaftaran melalui SISKOP2MI, peningkatan kompetensi lewat program vokasi, dan pelaksanaan penempatan sesuai prosedur demi perlindungan pekerja.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait