SMK Go Global Targetkan 500 Ribu Pekerja Migran hingga 2029
Pemerintah menargetkan 500.000 pekerja migran Indonesia ditempatkan di luar negeri melalui program SMK Go Global hingga 2029. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, pada konferensi pers di Jakarta, Rabu, 2 September 2026. Tujuan utama program adalah menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan bersertifikat agar penempatan berlangsung legal dan aman.
Rincian target dan sasaran peserta
Pemerintah membagi target penempatan menjadi dua kelompok utama. Sebanyak 300.000 orang ditargetkan berasal dari lulusan SMK atau SMA. Sisanya, yaitu 200.000 orang, diambil dari masyarakat umum yang berminat dan berpotensi bekerja di luar negeri.
- 300.000 lulusan SMK/SMA
- 200.000 masyarakat umum
Target 2026 dan tahapan pelaksanaan
Untuk tahun 2026, pemerintah menetapkan target penyiapan dan penempatan sebanyak 40.000 pekerja migran. Angka ini disesuaikan dengan pelaksanaan program yang baru dimulai pada Agustus 2026.
"Jadi kita akan upskilling dulu. Nanti ke depan, baru kita akan betul-betul menyiapkan mereka secara keseluruhan, baik dari sisi teknis, bahasa maupun sertifikasinya,"
Fokus pelatihan: teknis, bahasa, dan sertifikasi
Program menitikberatkan pada penguasaan kompetensi teknis dan bahasa sesuai kebutuhan pasar negara tujuan. Pelatihan disesuaikan dengan peluang kerja dan standar industri di negara penempatan. Dengan demikian, calon pekerja tidak berangkat tanpa kemampuan yang diperlukan.
"Ketika kita bicara soal program SMK Go Global maka tujuannya adalah menyiapkan pekerja migran Indonesia yang kompeten dan tersertifikasi. Udah nggak ada nih eranya berangkat tanpa kompetensi yang sesuai, karena itu sama saja dengan mencari masalah, kita tidak siap lalu berangkat ke luar negeri,"
Perlindungan dan akses penempatan prosedural
Salah satu tujuan program adalah membuka akses penempatan yang prosedural. Pemerintah ingin mencegah penipuan, perdagangan orang, dan praktik penempatan nonprosedural dengan memastikan jalur keberangkatan yang benar sejak proses persiapan hingga penempatan.
Dampak dan prospek ke depan
Dengan pendekatan terintegrasi—pelatihan, sertifikasi, dan jalur prosedural—pemerintah berharap peningkatan jumlah pekerja migran hingga 2029 juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini diharapkan memperluas akses kerja luar negeri yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan pasar internasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...