Mendag Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur lewat Campuspreneur
Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong mahasiswa menjadi entrepreneur melalui program Campuspreneur. Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran cetak biru pengembangan sumber daya manusia perdagangan menuju Indonesia Emas 2045 dan Trade Corporate University di Jakarta, Rabu, 2 September 2026. Menurut Budi, salah satu jalan menjadi entrepreneur adalah lewat peran sebagai eksportir dan melalui pelatihan khusus.
Peluncuran cetak biru dan Trade Corporate University
Acara peluncuran cetak biru menjadi momen bagi Kementerian Perdagangan untuk memetakan pengembangan SDM di sektor perdagangan. Dalam kesempatan itu, program Campuspreneur diperkenalkan sebagai bagian dari inisiatif ‘dari lokal untuk global’ yang diusung kementerian.
Arah dan mekanisme Campuspreneur
Campuspreneur dirancang untuk mendidik mahasiswa sejak di bangku kuliah agar siap menjadi pelaku usaha. Budi menekankan pentingnya pembelajaran praktis sehingga lulusan tidak sekadar mencari kerja, tetapi juga mencipta lapangan kerja.
“Dan yang ketiga adalah campuspreneur. Kita pengen mendidik anak-anak kita itu dari meja sekolah supaya dia bisa jadi entrepreneur,”
Salah satu fokus program adalah mendorong mahasiswa menjadi eksportir. Untuk itu, Kemendag menyediakan pelatihan yang menyiapkan keterampilan ekspor dan akses pasar.
“Salah satunya adalah dengan menjadi eksportir, caranya gimana? Ya kita bikin pelatihan,”
Kerja sama kampus dan dukungan pasar
Kemendag telah bekerja sama dengan lebih dari 20 perguruan tinggi dalam implementasi Campuspreneur. Bentuk kerja sama meliputi pelatihan hingga upaya mencari buyer bagi produk mahasiswa.
- Pelatihan kewirausahaan dan keterampilan ekspor
- Fasilitasi pencarian buyer dan akses pasar
- Dukungan agar produk mahasiswa dapat menembus pasar ekspor
“Kita sudah kerja sama lebih dari 20 kampus, kita pelatihan dan kemudian kita carikan buyer. Dan sudah ada Pak mahasiswa kita yang sudah ekspor,”
Hasil awal dan tujuan jangka panjang
Budi menyebut sudah ada mahasiswa yang berhasil mengekspor produknya melalui program ini. Keberhasilan awal ini diharapkan menjadi pemicu agar lebih banyak lulusan menjadi pelaku usaha yang mampu menyerap tenaga kerja.
“Nah kita pengen anak-anak kita kalau lulus itu bisa menciptakan lapangan pekerjaan,”
Dengan model sinergi antara kementerian dan perguruan tinggi, Campuspreneur diharapkan membuka jalur praktis bagi mahasiswa untuk bertransformasi menjadi entrepreneur yang berorientasi ekspor.
Ke depan, keberlanjutan program akan bergantung pada perluasan kerja sama kampus, peningkatan kapasitas pelatihan, dan akses pasar yang lebih luas agar target Indonesia Emas 2045 bisa didukung oleh generasi muda yang produktif dan berdaya saing global.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bulog Siapkan 1 Juta Ton Beras SPHP Hingga Maret 2027
Bulog siapkan tambahan 1 juta ton beras SPHP hingga Maret 2027 untuk jaga pasokan dan antisipasi lonjakan pe...
Pemutakhiran DTSEN Tambah 4,33 Juta Penerima Bansos
Pemutakhiran DTSEN menambah 4.330.417 KPM penerima bansos per 8 September 2026, sehingga PKH dan bantuan sem...
Pemerintah Tambah SPHP Jagung Pakan 150 Ribu Ton untuk Peternak UMKM
Pemerintah menambah 150.000 ton SPHP jagung pakan untuk peternak UMKM dan minta Bulog perpanjang penyaluran...
Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP untuk Jaga Harga
Pemerintah menambah alokasi beras SPHP medium 1 juta ton untuk menstabilkan harga di musim kemarau dan mempe...
Kodam Jaya Kerahkan 147 Water Tank untuk Bersihkan Debu Vulkanik
Kodam Jaya mengerahkan 147 water tank pada 8 Sept 2026 untuk membersihkan debu vulkanik di ruas jalan DKI Ja...
Operasional Bandara Soekarno-Hatta Belum Pulih Sepenuhnya
Operasional Bandara Soekarno-Hatta belum pulih 100% pascaabu Gunung Anak Krakatau; banyak penerbangan delay...