BRIN Dorong Kawasan Industri Teknologi Tinggi Berbasis Ekosistem
Hotmatua Daulay dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pengembangan kawasan industri berbasis teknologi tinggi yang membangun ekosistem riset hingga pasar, bukan sekadar penyedia lahan dan fasilitas. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Panja RUU tentang Kawasan Industri bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 2 September 2026.
Konsep kawasan teknologi tinggi
Menurut Hotmatua, kawasan teknologi tinggi harus menghubungkan kegiatan riset, pengembangan, produksi, hingga pemasaran produk. Dengan demikian, hasil penelitian bisa berkembang menjadi prototipe, diuji, diproduksi, lalu dipasarkan.
Perlu kita luruskan, kalau yang disebut kawasan industri berbasis teknologi tinggi ini bukan hanya sekadar punya tanah, ada lahan, kemudian disewakan. Kemudian ada fasilitas-fasilitas lainnya, jalan atau air dan lain-lain. Tetapi bagaimana di kawasan ini iklim ekosistem teknologi tinggi itu terbangun
Fasilitas bersama dan pengembangan SDM
Hotmatua menekankan pentingnya keberadaan lembaga riset, perguruan tinggi, dan fasilitas bersama di dalam kawasan. Fasilitas pengujian bersama dapat mengurangi kebutuhan setiap industri untuk membangun laboratorium tersendiri.
Ia mencontohkan konsep serupa yang pernah dibangun di Indonesia melalui Puspiptek, yang dilengkapi laboratorium pengujian dan berdekatan dengan institusi pendidikan tinggi. Hal ini mempermudah alur dari riset ke produksi.
Elemen utama ekosistem
Komponen yang harus ada dalam ekosistem teknologi meliputi:
- Penelitian dan pengembangan (R&D)
- Fasilitas pengujian bersama
- Pusat pelatihan dan pengembangan talenta
- Jaringan fasilitas dan lembaga pendukung
- Sistem transfer teknologi dan pengurusan lisensi
Insentif dan nilai tambah
Hotmatua menyarankan agar pemberian insentif mempertimbangkan kekayaan intelektual dan produk riset yang berhasil masuk pasar. Pemerintah juga diminta memberi insentif kepada kawasan yang berperan membangun sistem ekosistem teknologi.
Dan bagus juga kalau kawasan itu juga mendapatkan insentif dari pemerintah karena tadi ikut membangun sistem ekosistem di dalam kawasan itu. Nah, dengan membangun seperti ini mudah-mudahan ke depan industri kita juga semakin mapan
Prospek ekonomi dan daya saing
Pengembangan kawasan berbasis ekosistem diharapkan meningkatkan produktivitas, nilai tambah nasional, dan daya saing industri domestik. Konsep ini juga membuka ruang interaksi antara industri, riset, perguruan tinggi, pelatihan tenaga kerja, serta fasilitas pengujian.
Dengan fokus pada pengembangan pengetahuan, rekayasa, dan talenta IPTEK, kawasan industri teknologi tinggi dipandang mampu mempercepat transfer teknologi dan pengembangan kekayaan intelektual karya anak bangsa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Enam Provinsi
BNPB memperkuat operasi darat, patroli udara, water bombing, dan modifikasi cuaca untuk menekan karhutla di...
Wamen: Filipina Jadi Kompetitor Utama Pekerja Migran Indonesia
Wamen P2MI Christina Aryani menyebut Filipina pesaing utama pekerja migran Indonesia dan dorong peningkatan...
ESDM: Pengembangan PLTP Gunung Ungaran Dilakukan Bertahap
ESDM memastikan pengembangan PLTP Gunung Ungaran bertahap dengan kajian teknis, lingkungan, sosial, dan pele...
Djarum Foundation Dorong Konservasi Mangrove Lewat Living Laboratory
Djarum Foundation kembangkan Living Laboratory untuk konservasi mangrove di Denpasar, menekankan peran ekolo...
Komdigi Tegaskan Tak Ajukan Takedown Video Pejompongan
Komdigi menyatakan tidak mengajukan takedown video kasus Pejompongan; penghapusan konten jika terjadi berasa...
Djarum Foundation Tanam 5.000 Bibit, Dirikan Living Laboratory Mangrove
Djarum Foundation menanam 5.000 bibit mangrove di Denpasar dan mendirikan living laboratory untuk riset ekos...