BNPB: OMC Gagal Turunkan Hujan, Karhutla Kalbar Terkendala Bibit Awan
BNPB menyatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Barat belum berhasil menurunkan hujan karena minimnya bibit awan di atmosfer. Upaya penyemaian garam oleh satu armada dilakukan pada Rabu, 2 September 2026, namun tidak membuahkan hujan sehingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap berjalan intensif.
Detail operasi penyemaian dan alasan kegagalan
Satu armada melakukan penyemaian garam sebanyak 800 kilogram selama 1 jam 35 menit untuk merangsang pembentukan hujan. Namun, penyemaian tersebut belum menghasilkan hujan yang diharapkan.
"Namun demikian, hasil akhir penyemaian ini kurang maksimal, alias tidak ada hujan yang terjadi. Kondisi tersebut karena memang minimnya dan tipisnya bibit-bibit awan yang ada di atmosfer,"
BNPB menegaskan bahwa keberadaan dan ketebalan bibit awan menjadi faktor penentu efektivitas OMC. Tanpa bibit awan yang cukup, penyemaian garam tidak dapat memicu hujan secara optimal.
Data titik api dan luas terbakar
BNPB mencatat perkembangan karhutla per 1 September 2026, dengan 31 titik api terpantau. Estimasi luas terbakar pada hari itu mencapai sekitar 511 hektare, sementara yang berhasil dipadamkan baru sekitar 135 hektare.
"Kemarin, 1 September 2026, luas terbakar diperkirakan sebesar 511 hektare lebih. Luas yang berhasil dipadamkan sampai saat ini sebesar 135 hektare lebih,"
Upaya darat dan udara
Penanganan darat dilakukan pada 25 lokasi prioritas yang tersebar di 8 kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Tim lapangan terus melakukan pemadaman dan patroli untuk menekan penyebaran api.
Di udara, Satgas Udara melakukan patroli dengan 2 unit armada. Operasi patroli dijalankan sebanyak 2 sorti dengan total waktu pemantauan 8 jam 49 menit.
"Satgas Udara juga bekerja melalui patroli dengan dua unit armada untuk melakukan pemantauan. Dua sorti dilakukan dengan waktu pemantauan sebesar delapan jam 49 menit,"
Water bombing dan hasil sementara
Gugus tugas juga mengerahkan 4 helikopter water bombing di tiga wilayah prioritas: Kabupaten Mempawah, Ketapang, dan Kubu Raya. Keempat helikopter itu telah menjatuhkan sekitar 408.000 liter air ke area yang masih terbakar.
- Helikopter water bombing: 4 unit
- Target wilayah: Mempawah, Ketapang, Kubu Raya
- Total air dijatuhkan: ~408.000 liter
- Luas area yang terbantu dipadamkan: sekitar 6 hektare
Kualitas udara dan dampak sosial
Kondisi asap masih parah. BNPB melaporkan kualitas udara di sejumlah wilayah Kalbar berada pada kategori berbahaya dengan jarak pandang di bawah 1 kilometer. Aktivitas belajar mengajar dialihkan ke rumah di zona terdampak, sementara aktivitas masyarakat lain masih berlangsung terbatas.
"Kualitas udara di sana tergolong berbahaya dengan jarak pandang di bawah satu kilometer. Kondisi tersebut masih menjadi perhatian dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat,"
Secara keseluruhan, BNPB menekankan bahwa kondisi cuaca dan atmosfer menjadi faktor kunci bagi keberhasilan OMC. Sampai bibit awan memadai, upaya penyemaian garam berpeluang memberikan hasil terbatas, sehingga kombinasi operasi darat dan udara tetap menjadi andalan penanganan karhutla.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemutakhiran DTSEN Tambah 4,33 Juta Penerima Bansos
Pemutakhiran DTSEN menambah 4.330.417 KPM penerima bansos per 8 September 2026, sehingga PKH dan bantuan sem...
Pemerintah Tambah SPHP Jagung Pakan 150 Ribu Ton untuk Peternak UMKM
Pemerintah menambah 150.000 ton SPHP jagung pakan untuk peternak UMKM dan minta Bulog perpanjang penyaluran...
Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP untuk Jaga Harga
Pemerintah menambah alokasi beras SPHP medium 1 juta ton untuk menstabilkan harga di musim kemarau dan mempe...
Kodam Jaya Kerahkan 147 Water Tank untuk Bersihkan Debu Vulkanik
Kodam Jaya mengerahkan 147 water tank pada 8 Sept 2026 untuk membersihkan debu vulkanik di ruas jalan DKI Ja...
Operasional Bandara Soekarno-Hatta Belum Pulih Sepenuhnya
Operasional Bandara Soekarno-Hatta belum pulih 100% pascaabu Gunung Anak Krakatau; banyak penerbangan delay...
ISPA di Bandarlampung Meningkat Jadi 716 Kasus
Dinkes Bandarlampung melaporkan kasus ISPA naik dari 527 (4 Sept) menjadi 716 kasus (7 Sept 2026), masih did...