Wamendiktisaintek: Perguruan Tinggi Diminta Perkuat Riset Berdampak
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan meminta perguruan tinggi memperkuat riset berdampak agar riset tidak hanya berhenti di ranah akademik. Pernyataan itu disampaikan saat dialog "Ragi Nusantara: Dari Sepotong Tempe untuk Ketahanan Pangan" di Jakarta, Rabu, 2 September 2026. Ia menekankan riset harus menghasilkan nilai ekonomi dan kesejahteraan masyarakat untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.
Perguruan tinggi harus geser paradigma tata kelola
Fauzan mengatakan pengembangan riset menjadi inti dari konsep Diktisaintek Berdampak. Menurutnya, perguruan tinggi perlu menggeser paradigma tata kelola pendidikan tinggi agar riset memberi kontribusi nyata pada ekonomi.
Ia mengingatkan target pemerintah, termasuk proyeksi pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029, sebagai tantangan yang membutuhkan peran aktif institusi pendidikan tinggi.
“Ketika Presiden menetapkan 8 persen pertumbuhan ekonomi di tahun 2029, kira-kira apa yang harus dikerjakan oleh perguruan tinggi?. Ini tidak mudah, tidak ada pilihan lain, harus menggeser paradigma tata kelola pendidikan tinggi,”
Lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat
Fauzan mendorong perguruan tinggi mendekat pada kebutuhan dan persoalan masyarakat. Menurutnya, kampus berperan mempercepat saintifikasi kehidupan melalui riset dan inovasi yang aplikatif.
Ia mencontohkan perkembangan pertanian di Thailand sebagai contoh saintifikasi yang lebih maju. Ketergantungan Indonesia pada komoditas impor menunjukkan perlunya percepatan kemampuan saintifik domestik.
“Kita miris, mau beli kates (pepaya) saja namanya kates Thailand, itu artinya apa?. Di Thailand memang sedang atau bahkan telah berjalan saintifikasi di bidang pertanian,”
Tempe sebagai peluang riset dan nilai tambah
Fauzan menyoroti tempe sebagai produk lokal dengan peluang dikembangkan melalui riset. Ia menilai inovasi diperlukan agar tempe tidak sekadar konsumsi lokal, tetapi berpotensi menembus pasar global.
“Apa yang Bapak/Ibu saksikan Ragi Nusantara, ini adalah salah satu ikhtiar dalam rangka untuk menguatkan fungsi saintifik dalam kehidupan pertempean. Menarik loh tempe itu, tempe itu kalau dalam kehidupan sehari-hari itu bisa menjadi metafora,”
Ia juga membayangkan produk tempe hasil riset perguruan tinggi diproduksi oleh industri kelas ekspor.
“Saya membayangkan riset sudah ada, bahan sudah ada, inovasi produknya nanti bisa kita buat. Kita tinggal cari offtaker industri yang mampu memproduksi tempe kelas ekspor,”
Ukuran keberhasilan: manfaat bagi masyarakat
Fauzan menegaskan bahwa riset berdampak harus menghasilkan perubahan nilai yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kebermanfaatan menjadi tolok ukur penting dalam mendorong perguruan tinggi menghasilkan inovasi bernilai ekonomi.
Ia menilai saat ini inovasi produk tempe masih terbatas pada beberapa olahan turunan. Oleh karena itu, perlu langkah lanjutan agar tempe berkembang menjadi komoditas bernilai tambah dan berdaya saing global.
Penguatan fungsi saintifik di perguruan tinggi dan sinergi dengan industri menjadi kunci untuk mendorong komoditas lokal naik kelas dan menopang target pertumbuhan ekonomi nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...